Tradisi Qing Ming Dinilai Berpotensi Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Pekanbaru

5 April 2026
Anggota DPRD Pekanbaru Robin Eduar. Foto: Surya/Riau1.

Anggota DPRD Pekanbaru Robin Eduar. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Tradisi Qing Ming atau Ceng Beng tidak hanya sebagai warisan budaya. Tetapi, tradisi inu juga memiliki potensi besar dalam mendukung sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

Hal ini dikatakan anggota DPRD Pekanbaru Robin Eduar usai acara Peringatan Ceng Beng/Qing Ming (Ziarah Kubur) di Lahan Pemakaman Tionghoa YSPBA, Jalan Umban Sari, Rumbai, Minggu (5/4/2026).

"Qingming merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Tionghoa untuk berziarah dan menghormati leluhur. Tradisi ini menjadi sarana penting dalam menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda agar tidak melupakan akar budaya mereka," ujarnya.

Tradisi inu adalah bagian dari kebudayaan dan tradisi yang harus terus dijaga. Setiap tahun diperingati sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua dan leluhur 

Puncak peringatan Qingming tahun ini jatuh pada 5 April. Namun, rangkaian kegiatan ziarah biasanya telah berlangsung sejak 10 hari sebelum hingga 10 hari setelah tanggal tersebut. 

"Momentum ini dimanfaatkan masyarakat Tionghoa untuk berkumpul bersama keluarga, termasuk mereka yang pulang dari perantauan," ungkap Robin.

Tradisi ini merupakan bentuk bakti kepada orang tua yang telah wafat. Ia juga menilai nilai tersebut sejalan dengan ajaran di berbagai agama, termasuk tradisi ziarah kubur yang dikenal dalam masyarakat Muslim.

Peringatan Qing Ming merupajab sebagai peluang strategis bagi sektor pariwisata. Banyaknya masyarakat Tionghoa yang pulang kampung dinilai berdampak pada meningkatnya mobilitas dan aktivitas ekonomi, termasuk tingginya permintaan tiket pesawat.

“Ini bisa menjadi event tahunan yang mendatangkan wisatawan. Pemerintah harus siap memanfaatkan momentum ini. Karena orang yang datang tentu membutuhkan penginapan, makanan, transportasi, hingga oleh-oleh,” jelas Robin.

Ia juga mendorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru agar lebih aktif mengemas berbagai kegiatan budaya Tionghoa, seperti perayaan Imlek dan Cap Go Meh, menjadi agenda wisata yang menarik. Dengan pengelolaan yang baik, Robin optimistis kegiatan budaya tersebut dapat menggerakkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Pekanbaru.

“Jika dikemas dengan baik, kegiatan ini tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat,” pungkasnya.