
Asisten II Setdako Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Tumpukan sampah kembali terlihat di sejumlah ruas jalan Kota Pekanbaru dalam dua pekan terakhir. Kondisi ini menimbulkan pemandangan kurang sedap di beberapa titik, seperti Jalan Melati, Jalan Air Hitam, serta kawasan pemukiman warga di Jalan Purwodadi.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, Jumat (29/8/2025), menyoroti persoalan ini. Menurutnya, kinerja Lembaga Pengelola Sampah (LPS) mulai mengendur. Padahal, lembaga tersebut sudah beroperasi di seluruh kelurahan hampir dua bulan terakhir.
“Pada Juli, kinerja LPS cukup baik. Namun memasuki Agustus terlihat menurun,” katanya.
Ia mengaku sudah menyampaikan hal ini dalam rapat koordinasi bersama camat dan lurah. Salah satu penyebab kembali menumpuknya sampah adalah minimnya koordinasi antara camat, lurah, dan pihak LPS.
Untuk mengatasi persoalan ini, ia mendorong camat dan lurah agar lebih aktif berkomunikasi dengan LPS. Jika ada sampah yang belum terangkut, camat dan lurah juga bisa segera berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK).
“Kami meminta agar kinerja LPS bisa ditingkatkan. Karena, ada penurunan kinerja pada Agustus ini yang menyebabkan tumpukan sampah di tepi jalan kembali terlihat,” katanya.
Ingot menilai perlu adanya langkah strategis untuk mengatasi persoalan sampah. Ia mendorong camat dan lurah memperkuat pengawasan terhadap angkutan sampah di wilayah masing-masing.
“Mereka harus memastikan pengangkutan sampah berjalan dengan baik,” tegas Ingot.
Ia menekankan pentingnya sebuah grand design atau rancangan induk pengelolaan sampah yang efektif dan efisien di tingkat kecamatan maupun kelurahan. Rancangan tersebut diyakini dapat memastikan pengangkutan sampah berjalan teratur.
“Dengan langkah tersebut, kamj harapkan pengelolaan sampah bisa lebih efektif dan efisien,” tutupnya.