Wawako Pekanbaru Apresiasi IHT SIT Al-Ittihad sebagai Upaya Peningkatan Kapasitas Pendidik
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar. Foto: Istimewa.
RIAU1.COM -Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar secara resmi membuka kegiatan In House Training (IHT) bagi pimpinan Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al-Ittihad di Kecamatan Rumbai, Jumat (9/1/2026). Kegiatan ini dinilai strategis sebagai upaya peningkatan kapasitas kepemimpinan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.
Markarius menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Yayasan Kesejahteraan Pendidikan Islam (YKPI) Al-Ittihad Pekanbaru atas terselenggaranya kegiatan tersebut. IHT tidak hanya sekadar pelatihan. Tetapi, IHT juga menjadi sarana peningkatan dan penyegaran kepemimpinan bagi para pimpinan sekolah.
“Sebagai kepala sekolah dan wakil kepala sekolah, mereka adalah nahkoda. Arah sekolah ditentukan oleh cara memimpin. Budaya sekolah lahir dari keteladanan dan mutu pendidikan tumbuh dari keputusan-keputusan yang diambil setiap hari,” ujarnya.
Sebagai Sekolah Islam Terpadu yang tergabung dalam Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia, SIT Al-Ittihad memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik. Tetapi, SIT Al-Ittihad juga memiliki akidah yang kuat, berakhlak mulia, serta berkarakter Islami.
Pemko Pekanbaru sangat mendukung berbagai upaya peningkatan mutu pendidikan. Salah satunya melalui penguatan dan penyelarasan Kurikulum Sekolah Islam Terpadu dengan Kurikulum Nasional. Langkah tersebut dinilai penting. Agar, nilai-nilai keislaman tetap kokoh, sekaligus sejalan dengan standar mutu pendidikan nasional dan perkembangan zaman.
Kehadiran Profesor Sukro Muhab sebagai narasumber sekaligus Ketua Dewan Pembina JSIT Indonesia juga disebut menjadi nilai tambah yang sangat berharga dalam kegiatan tersebut. Oleh karena itu, Markarius mengajak seluruh peserta untuk mengikuti IHT dengan sungguh-sungguh, menyerap ilmu yang disampaikan, serta menerapkannya dalam praktik kepemimpinan dan pengelolaan sekolah.
“Saya berharap melalui IHT ini lahir pemahaman yang utuh, strategi yang aplikatif, serta semangat baru dalam mengimplementasikan kurikulum secara lebih berkualitas dan berkelanjutan,” harap Markarius.
Diharapkan, kegiatan tersebut dapat berjalan lancar, memberikan manfaat nyata. Sehingga, kegiatan ini membawa dampak positif bagi kemajuan pendidikan Islam Terpadu.