Rabu, 08 Juli 2020

POLITIK

Ancam Dor Warganya, Presiden AS Donald Trump Dikecam

news24xx


Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: Istimewa/internet) Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: Istimewa/internet)

RIAU1.COM - Cuitan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melalui Twitter menuai kecaman dari netizen yang mengikuti akun media sosial miliknya, Jumat, 29 Mei 2020.

Trump dinilai rasis karena mengatakan pelaku demonstran di Minneapolis sebagai penjahat. Bahkan dia berniat menembaki para pengunjuk rasa jika masih melakukan aksinya.

" Saya tidak bisa mundur dan menyaksikan ini terjadi di kota Amerika yang hebat, Minneapolis. Para penjahat ini tidak menghargai kenangan George Floyd dan saya tidak akan membiarkan itu terjadi. Baru saja berbicara dengan Gubernur (Minnesota) Tim Walz dan mengatakan kepadanya bahwa militer bersamanya. Kesulitan apa pun dan kami akan mengambil kendali tetapi, ketika penjarahan dimulai, penembakan dimulai," terangnya dinukil dari republika.co.id.

Baca Juga: Idris Laena Sebut Secara Nasional Golkar Targetkan Kemenangan 60 persen di Pilkada Serentak 2020

www.jualbuy.com

Salah satu orang yang mengecam tindakan Trump itu adalah aktor dan sekaligus seorang produser, Brian Tyler Cohen.

Baca Juga: Golkar Sebut Sudah Tetapkan Kandidat untuk 5 Daerah di Riau pada Pilkada Serentak 2020, Idris Laena: Pekan Depan Diumumkan

" Ketika penjarahan dimulai, penembakan dimulai. Orang ini bahkan tidak bisa menyamarkan fakta bahwa ia bersenang-senang," katanya.

" Anda mengancam menggunakan militer terhadap rakyat Amerika? Anda adalah pengkhianat untuk bangsa kita dan Konstitusi AS. Berhenti sekarang, Anda adalah ancaman bagi rakyat Amerika,” kata Politisi Carlos Ramirez-Rosa.

" Anda (Trump) adalah manusia terburuk yang pernah ada," tutup Musisi rap YBN Cordae.

Untuk diketahui, demonstrasi berujung ricuh memprotes kematian George Floyd terjadi di Minneapolis. Pria ini tewas karena mencoba melawan saat ditangkap oleh empat orang polisi.

Aksi tersebut langsung memantik kemarahan masyarakat Minneapolis, terutama komunitas Afrika-Amerika.

Pihak keluarga dan masyarakat menyerukan agar oknum polisi dituntut serta diadili karena dinilai melakukan pembunuhan. Namun nyatanya oknum tersebut hanya dipecat.





loading...
Loading...