Ilustrasi/net
RIAU1.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tidak hanya memusatkan perhatian pada upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga memperkuat perlindungan kesehatan bagi petugas dan masyarakat yang terdampak asap.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Persiapan Audiensi dengan Menteri Kesehatan Republik Indonesia sekaligus Rapat Penanganan Karhutla di Ruang Rapat Gubernur, Kantor Gubernur Riau, Minggu (23/8/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, meminta seluruh perangkat daerah memastikan ketersediaan masker, oksigen, obat-obatan, serta layanan kesehatan selama penanganan karhutla. Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya perhatian terhadap kondisi asap yang mulai memengaruhi sejumlah wilayah di Riau.
SF Hariyanto mengatakan keselamatan dan kesehatan personel menjadi salah satu prioritas dalam operasi penanganan karhutla. Ia tidak ingin petugas yang telah bekerja keras di lapangan justru mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
“Jangan sampai kita mengirim petugas ke lapangan, tetapi perlindungannya tidak disiapkan. Masker, obat-obatan, dan kebutuhan kesehatan harus lengkap sebelum mereka diberangkatkan,” tegasnya.
Pemprov Riau telah menyiapkan sekitar 110 ribu masker hingga Minggu (23/8/2026) dan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Masker tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi petugas, tetapi juga akan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Menurut SF Hariyanto, penanganan karhutla harus dilakukan secara kolektif. Terlebih, asap yang masuk ke wilayah Riau juga dapat berasal dari kebakaran di provinsi lain.
“Kita harus bekerja sama. Tidak ada lagi ego sektoral karena persoalan ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Sri Sadono Mulyanto mengatakan Satpol PP siap membantu memperkuat personel dalam operasi penanganan karhutla. Jumlah personel yang dikerahkan akan disesuaikan dengan kebutuhan berdasarkan hasil koordinasi bersama.
Menurutnya, personel yang diperbantukan juga harus didukung sarana transportasi dan logistik yang memadai agar pelaksanaan tugas di lokasi kebakaran dapat berlangsung secara berkesinambungan.
Ia turut menekankan pentingnya pembagian tugas yang jelas antara personel Satpol PP dan unsur penanganan karhutla lainnya. Sinergi antarpihak diperlukan agar seluruh kekuatan dapat bergerak efektif dan menyasar lokasi yang menjadi prioritas.
“Satpol PP siap membantu sesuai kebutuhan dan kemampuan personel yang tersedia. Kami akan berkoordinasi agar pengerahan dapat dilakukan secepat mungkin,” pungkasnya.*
