Lawan Buta Aksara Al-Qur'an, RW 11 Perumnas Rumbai Bangun Gerakan Mengaji Lintas Generasi
Syukuran Khatam Al-Qur'an ke-3 Majelis Baca Al-Qur'an Bapak-Bapak RW 11 Perumnas Rumbai, Kota Pekanbaru
RIAU1.COM - Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan mewarnai acara Syukuran Khatam Al-Qur'an ke-3 Majelis Baca Al-Qur'an Bapak-Bapak RW 11 Perumnas Rumbai, Kota Pekanbaru, Sabtu malam (7/11/2026).
Kegiatan yang dimulai selepas salat Isya, sekitar pukul 20.00 WIB tersebut berlangsung di Pendopo, Jalan Mas 2, RT 04 RW 11 Perumnas Rumbai. Acara ini menjadi momentum rasa syukur sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga melalui semangat mencintai dan mempelajari Al-Qur'an.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Rumbai Azani Benazir, S.IP., M.Si., Kapolsek Rumbai AKP Budi Rahmadi, SH., Lurah Limbungan Baru, para Ketua RW dari lima RW di lingkungan Perumnas Rumbai, ketua-ketua masjid se-Perumnas Rumbai, para Ketua RT di lingkungan RW 11, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta para santri Majelis Baca Al-Qur'an.
Meskipun dilaksanakan secara sederhana, kegiatan berlangsung penuh keakraban. Sejumlah sambutan dan testimoni dari para santri menjadi bagian menarik yang menggambarkan perjalanan serta semangat belajar Al-Qur'an di lingkungan masyarakat.
Hampir 10 Tahun Mengembangkan Gerakan Mengaji
Dalam sambutannya, Ustaz Zaini Piliang selaku Guru Ngaji Majelis Baca Al-Qur'an Bapak-Bapak, sekaligus pengajar mengaji anak-anak dan ibu-ibu di lingkungan RW 11, menceritakan perjalanan awal tumbuhnya kegiatan mengaji di wilayah tersebut.
Ia menyampaikan bahwa dirinya sudah hampir 10 tahun tinggal dan mengembangkan kegiatan pendidikan Al-Qur'an di lingkungan RW 11. Awalnya, kegiatan mengaji difokuskan kepada anak-anak dan ibu-ibu yang telah berjalan sekitar delapan tahun.
Kemudian, kurang dari dua tahun terakhir, dirinya mulai merangkul dan mengajak kaum bapak untuk turut belajar membaca Al-Qur'an.
"Awalnya hanya kelompok kecil dengan enam orang peserta. Alhamdulillah, berkat semangat dan keistiqamahan bapak-bapak dalam belajar, sekarang jumlah peserta sudah bertambah menjadi sekitar 30 orang," ungkap Ustaz Zaini.
Ia berharap ke depan RW 11 dapat menjadi Kampung Al-Qur'an, tempat seluruh lapisan masyarakat memiliki kecintaan terhadap Al-Qur'an.
Menurutnya, masih ada satu kelompok yang perlu terus dirangkul, yaitu kalangan pemuda. Harapannya, kegiatan mengaji dapat menjangkau semua generasi, mulai dari anak-anak, pemuda, ibu-ibu hingga kaum bapak.
Camat Rumbai Berikan Apresiasi
Sementara itu, Camat Rumbai, Azani Benazir, S.IP., M.Si., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap keberadaan Majelis Baca Al-Qur'an Bapak-Bapak di lingkungan RW 11.
Dengan gaya penyampaian yang santai diselingi canda dan gurauan, Camat Rumbai menciptakan suasana hangat bersama para undangan.
Ia mengaku selama ini memiliki pemahaman bahwa kegiatan santri identik dengan anak-anak dan kalangan remaja yang belajar agama. Namun, ternyata di lingkungan RW 11 terdapat santri dari kalangan bapak-bapak yang memiliki semangat luar biasa untuk belajar membaca Al-Qur'an.
Menurutnya, keberadaan majelis ini merupakan kegiatan positif yang patut diapresiasi dan dikembangkan karena sejalan dengan upaya mendukung program Pemerintah Kota Pekanbaru, khususnya program mengaji di tengah masyarakat yang digagas Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho.
Kapolsek Rumbai Hadir Khusus Memberikan Dukungan
Suasana semakin hangat ketika Kapolsek Rumbai, AKP Budi Rahmadi, SH., menyampaikan sambutannya.
Dengan mengenakan pakaian lengkap kedinasan, ia menceritakan pengalaman menarik saat pertama kali menerima undangan dari Ketua RW 11.
Ia mengaku sempat membaca undangan tersebut berulang kali karena merasa tertarik dengan nama kegiatan yang tertera, yakni Majelis Baca Al-Qur'an Bapak-Bapak.
Rasa penasaran tersebut membuatnya mencari informasi lebih lanjut melalui staf dan media sosial RW 11 yang selama ini juga aktif menandai akun media sosial Polsek Rumbai.
Ia pun menyempatkan diri hadir secara khusus pada malam tersebut, meskipun biasanya malam Minggu menjadi waktu bersama keluarga.
Sambil diselingi canda dan gurauan, Kapolsek menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bentuk dukungan dan apresiasi kepada para santri bapak-bapak yang memiliki semangat untuk terus belajar Al-Qur'an.
Pernyataannya tersebut disambut tepuk tangan dan gelak tawa para undangan, sehingga semakin menambah suasana kekeluargaan dalam acara tersebut.
Testimoni Santri dan Kebersamaan Antarwarga
Acara dilanjutkan dengan penyampaian testimoni dari beberapa santri Majelis Baca Al-Qur'an Bapak-Bapak, di antaranya Azwar Zainuddin, Yunianto, dan Oche.
Mereka berbagi pengalaman dan kesan selama mengikuti kegiatan belajar membaca Al-Qur'an. Testimoni tersebut menjadi gambaran bahwa semangat menuntut ilmu agama tidak mengenal batas usia.
Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan pembagian amplop kepada para santri anak-anak yang mengikuti kegiatan mengaji sebagai bentuk perhatian dan apresiasi.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan makan malam bersama seluruh tamu undangan dan peserta yang hadir.
RW 11 Bertekad Menjadi Pelopor Kampung Melawan Buta Aksara Al-Qur'an
Di sela-sela kegiatan, Ketua RW 11 Perumnas Rumbai, Khairil Anuar, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh warga serta para tamu undangan yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan Syukuran Khatam Al-Qur'an ke-3 tersebut.
Ia mengatakan bahwa keberadaan Majelis Baca Al-Qur'an Bapak-Bapak merupakan salah satu bentuk gerakan positif masyarakat yang tumbuh dari semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap pendidikan agama.
"Alhamdulillah, kami bersyukur kegiatan Majelis Baca Al-Qur'an Bapak-Bapak di RW 11 dapat terus berjalan hingga khatam yang ketiga. Harapan kami, RW 11 bisa menjadi pelopor gerakan mengaji bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, pemuda, ibu-ibu hingga bapak-bapak," ungkap Khairil Anuar yang akrab disapa KA.
Ia menambahkan, cita-cita besar ke depan adalah menjadikan RW 11 sebagai Kampung Al-Qur'an sekaligus menjadi role model gerakan melawan buta aksara Al-Qur'an di Kota Pekanbaru.
Menurutnya, gerakan pemberantasan buta aksara Al-Qur'an harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga dan masyarakat sekitar. Dengan membangun kebiasaan membaca serta mempelajari Al-Qur'an secara istiqamah, diharapkan lahir generasi masyarakat yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur'an, tetapi juga mencintai dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Pada kesempatan tersebut, Khairil Anuar juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Pekanbaru melalui kehadiran Camat Rumbai, Kapolsek Rumbai, Lurah Limbungan Baru, para Ketua RW, para ketua masjid se-Perumnas Rumbai, Ketua RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.
"Semoga kebersamaan dan dukungan semua pihak ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghidupkan kegiatan mengaji di lingkungan masyarakat. Kami ingin menjadikan Al-Qur'an sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari warga RW 11," tutupnya.,*