Ilustrasi/Net
RIAU1.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Riau kembali meningkat menjadi 22 titik. Di saat yang sama, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, bahkan disertai petir dan angin kencang di beberapa daerah.
Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Anggun R., mengatakan berdasarkan pengamatan citra radar cuaca, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang disertai petir dan angin kencang telah terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir sejak pagi.
"Berdasarkan pengamatan citra radar cuaca, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang disertai petir dan angin kencang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sepanjang hari," ujarnya.
Memasuki siang hingga sore, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Indragiri Hulu, dan Kabupaten Indragiri Hilir.
Pada malam hari, hujan ringan berpotensi mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Kampar, Kabupaten Pelalawan, dan Kabupaten Rokan Hilir.
Sementara pada dini hari, hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Bengkalis, Kota Dumai, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Indragiri Hilir, dan Kabupaten Indragiri Hulu.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada sore, malam hingga dini hari di sebagian wilayah Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, dan Kabupaten Indragiri Hilir.
Suhu udara di Riau diprakirakan berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celcius dengan kelembapan udara mencapai 55 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam.
"Di wilayah perairan, tinggi gelombang laut diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau berada pada kategori rendah sehingga relatif aman bagi aktivitas pelayaran," jelasnya.
Sementara itu, hasil pemantauan hingga pukul 23.00 WIB menunjukkan terdapat 297 hotspot di Pulau Sumatera. Sebaran titik panas meliputi Aceh 76 titik, Sumatera Utara 60 titik, Sumatera Selatan 52 titik, Kepulauan Bangka Belitung 42 titik, Lampung 34 titik, Riau 22 titik, Kepulauan Riau dan Bengkulu masing-masing empat titik, Sumatera Barat dua titik, serta Jambi satu titik.
Di Provinsi Riau, sebanyak 22 hotspot tersebar di Kabupaten Rokan Hilir sembilan titik, Kota Dumai tujuh titik, Kabupaten Siak tiga titik, Kabupaten Kuantan Singingi dua titik, dan Kabupaten Pelalawan satu titik.
"Di Provinsi Riau terpantau 22 titik panas yang tersebar di lima kabupaten dan kota. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan agar dapat segera ditangani," kata Anggun R.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun di wilayah pesisir. Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan seiring meningkatnya jumlah hotspot di Provinsi Riau.*