Ilustrasi/Net
RIAU1.COM - Hujan ringan hingga sedang berpeluang turun di tujuh wilayah Provinsi Riau pada Senin (2/11/2026) sore hingga malam. Sebagian wilayah Kota Pekanbaru juga masuk dalam daerah yang diprakirakan mengalami hujan.
Forecaster On Duty BMKG, Deby C., menyampaikan bahwa potensi hujan tersebut tersebar di sejumlah kabupaten, terutama di wilayah tengah hingga pesisir Riau.
“Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Siak, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, Indragiri Hilir dan sebagian Kota Pekanbaru,” demikian prakiraan cuaca BMKG untuk wilayah Riau, Senin.
Sebelum hujan berpeluang turun pada sore hingga malam, kondisi cuaca pada pagi hari diprakirakan udara kabur hingga cerah berawan. Sementara pada siang hari, cuaca cenderung cerah berawan hingga berawan.
Memasuki dini hari, hujan ringan masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Bengkalis. BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Riau pada hari ini.
Suhu udara diprakirakan mencapai 24–35 derajat Celsius, dengan kelembapan 50–99 persen. Angin bertiup dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan 10–30 kilometer per jam.
"Untuk wilayah perairan Riau, tinggi gelombang diprakirakan berkisar 0,5-1,25 meter atau kategori rendah," jelasnya.
Di sisi lain, jumlah titik panas atau hotspot di Riau tercatat meningkat menjadi 15 titik berdasarkan pembaruan hingga pukul 23.59 WIB. Kota Dumai menjadi daerah dengan jumlah terbanyak, yakni enam titik.
Kabupaten Indragiri Hulu menyusul dengan tiga titik, Bengkalis dua titik, sedangkan Pelalawan, Rokan Hilir, Kampar, dan Kuantan Singingi masing-masing satu titik.
Secara keseluruhan, terdapat 414 titik panas di wilayah Sumatera. Sebaran terbanyak tercatat di Sumatera Selatan sebanyak 141 titik dan Bangka Belitung 143 titik. Jambi mencatat 91 titik, Lampung 13 titik, Sumatera Barat lima titik, serta Bengkulu dan Sumatera Utara masing-masing tiga titik.
Masyarakat tetap dapat beraktivitas seperti biasa dengan memperhatikan perubahan cuaca, terutama pada sore hingga malam ketika hujan berpeluang terjadi di sejumlah daerah. Warga di sekitar lokasi terdeteksi hotspot juga perlu mencermati perkembangan kondisi lingkungan.