Program MBG Dorong Transformasi Usaha, Ratusan Bangunan di Riau Beralih Jadi SPPG
Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya. Foto: Istimewa.
RIAU1.COM -Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Riau tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat di Provinsi Riau. Tetapi, program MBG juga mendorong transformasi di berbagai sektor usaha.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya di Pekanbaru, beberapa waktu lalu, mengatakan, dari ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah terbentuk, sebagian besar dikelola oleh yayasan, yakni sebanyak 572 unit. Selain itu, terdapat 10 SPPG yang berasal dari badan usaha berbentuk perseroan terbatas (PT), serta beberapa unit yang dikelola oleh koperasi.
"Program ini juga membuka peluang bagi badan usaha milik desa (BUMDes)," ujarnya.
Setidaknya, terdapat dua BUMDes di Riau yang telah membangun dan mengelola SPPG. Hal ini menunjukkan bahwa BUMDes memiliki kesempatan yang sama untuk terlibat dalam program tersebut dengan mengajukan proposal kepada BGN.
“BUMDes diperbolehkan membangun SPPG. Ini menjadi peluang bagi desa untuk ikut berperan dalam mendukung program MBG sekaligus menggerakkan ekonomi lokal,” ucap Sony.
Dari sisi infrastruktur, data sementara menunjukkan terdapat 631 bangunan yang digunakan sebagai SPPG. Sebanyak 71 unit merupakan bangunan baru. Sementara, 205 unit lainnya berasal dari rumah tinggal yang direnovasi.
"Selain itu, sejumlah bangunan komersial yang sebelumnya kurang produktif kini beralih fungsi menjadi SPPG. Bangunan itu antaranya, bangunan bekas restoran, hotel, sarana olahraga, serta 208 unit rumah toko (ruko)," ungkap Sony.
Fenomena ini menjadi bukti bahwa program MBG mampu menjadi solusi alternatif bagi sektor usaha yang mengalami penurunan aktivitas. Sejumlah restoran yang sebelumnya sepi, kini kembali beroperasi setelah dialihfungsikan menjadi SPPG.
“Program ini tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi. Tetapi, program ini juga membantu menghidupkan kembali kegiatan ekonomi yang sempat lesu,” jelas Sony.