Sekdaprov Evaluasi Layanan Digital Pemprov Riau

8 Juli 2026
Sekdaprov Riau, Syahrial Abdi

Sekdaprov Riau, Syahrial Abdi

RIAU1.COM - Upaya percepatan digitalisasi tata kelola pemerintahan terus diperkuat melalui penerapan layanan berbasis teknologi di lingkungan perangkat daerah guna menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan peninjauan dan monitoring yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan monitoring ini difokuskan untuk mengevaluasi sejauh mana penerapan layanan berbasis digital telah memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Evaluasi tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat integrasi sistem digital antarperangkat daerah sehingga transformasi teknologi mampu menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif, cepat, dan akuntabel.

Dalam arahannya, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi menyampaikan bahwa transformasi digital di lingkungan perangkat daerah tidak boleh dimaknai sebatas pemanfaatan teknologi, tetapi harus mampu menghadirkan perubahan nyata dalam kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan. Menurutnya, digitalisasi harus menjadi instrumen untuk meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat proses pelayanan, serta memperkuat akuntabilitas dan transparansi penyelenggaraan pemerintahan.

Ia menegaskan, setiap perangkat daerah perlu memastikan bahwa layanan berbasis digital yang dikembangkan benar-benar memberikan kemudahan bagi masyarakat dan mendukung pencapaian kinerja organisasi. Karena itu, evaluasi secara berkala diperlukan agar berbagai inovasi digital yang telah dibangun dapat berjalan secara optimal dan terintegrasi.

"Transformasi digital harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan transparan. Di sisi lain, digitalisasi juga harus mampu meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan dan mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah melalui sistem pelayanan yang lebih tertib, terukur, dan akuntabel," jelas Syahrial.

Lebih lanjut, ia berharap seluruh perangkat daerah terus memperkuat sinergi dan inovasi dalam mengembangkan layanan berbasis teknologi. Dengan demikian, transformasi digital dapat menjadi fondasi dalam mewujudkan birokrasi yang modern, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan serta daya saing daerah.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Jiwa Tampan, Prima Wulandari mengatakan transformasi digital menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan, termasuk di bidang kesehatan jiwa yang membutuhkan pelayanan cepat, tepat, dan berkesinambungan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi turut mendukung penyederhanaan proses pelayanan sekaligus meningkatkan efisiensi tata kelola rumah sakit.

Ia menjelaskan, RSJ Tampan terus melakukan penguatan berbagai layanan berbasis digital, mulai dari pengelolaan data pasien, sistem administrasi, hingga peningkatan integrasi informasi kesehatan. Upaya tersebut dilakukan untuk menghadirkan layanan yang lebih mudah diakses, transparan, dan mampu memberikan pengalaman pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.

"Digitalisasi memberikan peluang besar bagi rumah sakit untuk menghadirkan layanan yang semakin efektif dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Kami terus berupaya membangun sistem pelayanan yang terintegrasi agar masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan jiwa yang lebih cepat, nyaman, dan berkualitas," tutur Prima.

Ia menambahkan, evaluasi dan monitoring yang dilakukan Pemerintah Provinsi Riau menjadi momentum untuk terus melakukan pembenahan dan inovasi dalam pengembangan layanan kesehatan berbasis digital. Pihaknya optimistis transformasi teknologi yang berjalan secara berkelanjutan akan semakin memperkuat kualitas pelayanan kesehatan jiwa sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan rumah sakit.*