Seleksi Direksi Riau Petroleum, Ketum BADKO HMI Riau-Kepri: Penilaian Harus Mengedepankan Kompetensi

7 April 2026
Ketua Umum (Ketum) BADKO HMI Riau-Kepri, Wiriyanto Aswir

Ketua Umum (Ketum) BADKO HMI Riau-Kepri, Wiriyanto Aswir

RIAU1.COM - Proses seleksi calon direksi PT Riau Petroleum (Perseroda) yang telah memasuki tahapan administrasi kini menjadi sorotan berbagai pihak. Dari total 16 pendaftar, sebanyak 13 orang dinyatakan lolos dan berhak melanjutkan ke tahap uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum (Ketum) BADKO HMI Riau-Kepri, Wiriyanto Aswir, menekankan pentingnya menjaga integritas dan transparansi dalam setiap tahapan seleksi. Ia menilai, proses ini tidak boleh sekadar formalitas, melainkan harus benar-benar menghasilkan sosok pemimpin yang memiliki kapasitas dan rekam jejak yang jelas.

"Panitia seleksi memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan tidak adanya intervensi ataupun praktik-praktik yang mencederai prinsip profesionalitas. Penilaian harus dilakukan secara objektif dengan mengedepankan kompetensi, pengalaman, serta integritas para calon," katanya, Selasa (7/4).

Wiriyanto juga menyoroti pentingnya pendalaman rekam jejak kandidat secara komprehensif. Ia mengingatkan bahwa posisi direksi pada perusahaan daerah strategis seperti PT Riau Petroleum membutuhkan figur yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki komitmen moral dan integritas yang tinggi.

"Kesalahan dalam memilih direksi dapat berdampak besar terhadap kinerja perusahaan dan kepercayaan publik. Oleh karena itu, setiap calon harus dipastikan bebas dari catatan negatif yang berpotensi menghambat kinerja perusahaan di masa depan," ujarnya.

Lebih lanjut, Wiriyanto menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses ini hingga selesai. Ia berharap seleksi ini benar-benar melahirkan pemimpin yang mampu membawa PT Riau Petroleum menjadi BUMD yang profesional, berdaya saing, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

"Momentum ini harus dimanfaatkan untuk melakukan pembenahan tata kelola BUMD secara menyeluruh, dimulai dari proses rekrutmen yang bersih dan berintegritas. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan daerah dapat terus terjaga dan meningkat," demikian Wiriyanto.*