Ilustrasi/Net
RIAU1.COM - Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam program swasembada pangan Provinsi Riau.
Dalam rapat koordinasi teknis pelaksanaan swasembada pangan se-indonesia yang digelar kabupaten Rohil dinyatakan sebagai daerah dengan percepatan cetak sawah baru dan penanaman paling cepat.
Penanggung Jawab Swasembada Pangan Riau, Dr. Liferdi Lukman, menyampaikan bahwa cetak sawah di Rokan Hilir langsung ditanami dengan cepat, bahkan tercatat sebagai pembentukan brigadir pangan tercepat di Indonesia untuk program cetak sawah baru.
Prestasi tersebut menempatkan Rohil di posisi teratas Provinsi Riau dalam percepatan cetak sawah baru sekaligus mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak, baik di tingkat provinsi maupun pusat.
Tak hanya itu, dari tujuh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) terbaik yang menerima penghargaan dari pusat untuk Provinsi Riau, tiga di antaranya berasal dari Rokan Hilir. Hal ini semakin menegaskan peran penting Rohil dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Sekretaris Daerah Rokan Hilir, H. Fauzi Efrizal, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut.
“Alhamdulillah, ini adalah kebanggaan bagi Rokan Hilir. Berkat kerja sama masyarakat, Dinas DKPP, Kodim, Brigadir Pangan, Gapoktan, dan kelompok tani yang didukung penuh oleh kepala daerah bapak Bistamam dan Jhony Charles, capaian ini bisa diraih. Semoga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan produksi pangan dan mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir juga menegaskan komitmennya mendukung program Presiden Prabowo terkait ketahanan pangan dan swasembada.
Sekda berharap para petani terus meningkatkan produksi padi, mengingat Rohil pernah menjadi lumbung pangan terbesar di Riau dan kini bertekad mengembalikan kejayaan tersebut.
Tidak itu saja, capaian produksi padi di Desa Mukti Jaya, Kecamatan Rimba Melintang, yang telah mencapai rata-rata 8,5 ton per hektare. Dengan pencapaian ini, Rokan Hilir semakin kokoh sebagai motor penggerak swasembada pangan di Provinsi Riau, sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mempercepat program cetak sawah baru.*