Senin, 30 November 2020

SUMBAR

Hilang dan Ditemukan dalam Kondisi Kelaparan, 84 Pemuda Nagari Suayan Lakukan Survei Wisata

news24xx


Hilang dan Ditemukan dalam Kondisi Kelaparan, 84 Pemuda Nagari Suayan Lakukan Survei Wisata/net Hilang dan Ditemukan dalam Kondisi Kelaparan, 84 Pemuda Nagari Suayan Lakukan Survei Wisata/net

RIAU1.COM -PAYAKUMBUH - Lakukan survei wisata, 84 pemuda asala nagari Suayan Kabupaten 50 Kota hilang dihutan. Tim Basarnas Kabupaten Limapuluh Kota bersama masyarakat berhasil menemukan 84 pemuda yang hilang di hutan Suayan - Kamang Magek. 

Disebutkan, seluruh pemuda ditemukan selamat di dalam hutan di Suayan Soriak, Nagari Suayan, Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu (4/10/2020). 

Dalam informasi kepala Pos SAR Limapuluh Kota, Robi Saputra menyebutkan sebelumnya ditemukan tiga orang pada Minggu (5/10/2020) sore. Tiga orang pemuda itu ditemukan di kawasan hutan dekat nagari Suayan dan dalam kondisi kelaparan.

Baca Juga: Gerakan Agam Terkoneksi, 25 Masjid Sediakan Layanan Internet GratisĀ 



www.jualbuy.com
"Awalnya, dari total 84 pemuda, tiga orang ditemukan pada sore hari. Mereka ditemukan oleh warga Suayan yang naik dari jalur Suayan," kata Robi menjelaskan.

Kemudian, dikatakannya, tiga pemuda itu belum bisa dibawa turun karena kondisi lemah dan kelaparan.

"Jadi akibat kondisi, warga yang menemukan tiga pemuda ini menyuruh istirahat dan memberikan bekal. Kemudian, perwakilan dari warga turun ke Suayan untuk memberi informasi kepada petugas.

Kemudian, atas informasi tiga pemuda itu, tim melakukan penyusuran mencari jalur dari Suayan. 

"Rombongan terpisah-pisah. Jadi tim gabungan susuri jalur rombongan itu yang sebelumnya naik dari Suayan," jelasnya. 

"Kemungkinan rombongan mereka terpisah-pisah. Jadi kami akan susuri jalur rombongan ini sebelumnya dan naik dari suayan," katanya.

Kemudian, dikatakan kepala Pos SAR Limapuluh Kota ini, pada selepas magrib, ditemukan sisanya sebanyak 81 orang.
Baca Juga: KPK Ingatkan Potensi Korupsi kepada Calon Kepala Daerah di Sumbar

"Posisi ditemukan sekitar berjarak 30 kilometer dari lokasi titik awal jalur keberangkatan dari Nagari Suayan. Namun, seluruhnya masih berada di dalam hutan karena ada beberapa orang yang sudah kelelahan dan tak sanggup berjalan," jelasnya.

"Untuk perjalanan, sekitar membutuhkan waktu 4-5 jam dari titik awal keberangkatan. Tapi akan dievakuasi malam ini juga," imbuhnya. 

Pada malam, usai ditemukan, dikatakan Robi, mereka tengah istirahat dan diberi makan. 

Robi menjelaskan, untuk mengevakuasi seluruhnya, tim dibagi menjadi empat bagian. Dan diperkirakan pada dini hari seluruh proses evakuasi selesai. 

Dalam pemberitaan sebelumnya, ada sebanyak 84 pemuda dari nagari Suayan, Kecamatan Akabiluri, Kabupaten Limapuluh Kota dilaporkan hilang pada Minggu (4/10/2020) pagi. 

Status hilangnya puluhan pemuda ini setelah salah seorang menghubungi anggota keluarga melalui seluler bahwa tidak tahu lagi jalan pulang. 

84 pemuda ini merupakan rombongan tambahan yang ingin ikut survey lokasi wisata bersama tim dari nagari Suayan, Sabtu (3/10/2020). Namun tujuan mereka berbeda. 

Tim survey dari nagari Suayan berkeinginan melihat dan mendokumentasikan objek wisata air terjun Sarasah di perbatasan Nagari Suayan, Limapuluh Kota dengan Nagari Kamang Magek, Kabupaten Agam.

Rombongan dari kabupaten Limapuluh Kota dan Agam berangkat bersama dari pagi hingga sore, dan dinyatakan hilang di dalam hutan.

Namun, 84 orang itu berpisah jalur di air terjun Sarasah, karena rombongan pemuda ingin melanjutkan perjalanan mencari Sungai Mati. 

Setelah berpisah, rombongan survey dari nagari berhasil turun di Kamang Magek, Sabtu malam. Sedangkan rombongan pemuda belum satupun yang berhasil pulang dan dinyatakan hilang di hutan. (N24)





loading...
Loading...