Rumah duka bocah hilang di Pasaman Barat
RIAU1.COM - Setelah hampir dua bulan pencarian, Rama (13), bocah yang dilaporkan hilang saat mandi bersama enam rekannya di bawah Jembatan Sungai Batang Sikabau, Nagari Ujunggading, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), akhirnya ditemukan dalam kondisi tinggal tulang belulang, Sabtu (28/3), sekitar pukul 23.30 Wib.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang saat mandi-mandi di aliran Sungai Batang Sikabau pada Sabtu (3/1) lalu. Sejak saat itu, upaya pencarian telah dilakukan oleh BPBD, Basarnas, TNI, Polri bahkan wakil Bupati Pasbar, M. Ihpan, namun belum membuahkan hasil.
Penemuan tersebut bermula ketika seorang pekerja panen kebun menemukan tulang belulang beserta celana panjang berwarna hitam di kawasan Bukit Intan, area PT Bakrie. Lokasi itu diperkirakan berjarak sekitar tujuh kilometer dari titik awal korban dilaporkan hilang.
Tim Reaksi Cepat BPBD Pasbar, Kuria Sakti, bersama pemuda setempat Ayat, yang juga merupakan kader PPP, menjelaskan tulang belulang itu awalnya ditemukan seorang tukang panen sawit dan ditanyakan kepada warga sekitar untuk memastikan asal-usulnya.
Sejumlah tetua setempat sempat menyarankan agar temuan tersebut dikembalikan ke lokasi semula. Namun, berkat adanya unggahan informasi di media sosial Facebook, keluarga korban memperoleh kabar terkait penemuan tersebut dan langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP).
Sekitar pukul 23.30 Wib korban ditemukan, di lokasi, keluarga bersama masyarakat dan pihak kepolisian melakukan pengecekan langsung terhadap temuan tersebut. Kerangka ditemukan berada di daratan, yang diduga terseret arus sungai saat debit air meningkat dan banjir terjadi di kawasan itu.
Orang tua korban yang melihat langsung memastikan bahwa celana panjang hitam yang ditemukan merupakan milik Rama dan dikenakan saat ia dilaporkan hilang. Pihak keluarga juga meyakini tulang belulang tersebut adalah jasad anak mereka.
“Atas keyakinan keluarga, itu adalah celana dan tulang belulang ananda Rama,” ujar salah seorang warga yang turut mendampingi proses pengecekan di lokasi yang dimuat Hariansinggalang.
Kejadian ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat. Rama diketahui hilang pada hari Sabtu dan ditemukan juga pada hari Sabtu. Ia lahir pada 10 Ramadan dan ditemukan tepat pada10 Ramadan.
Meski pihak kepolisian turut hadir dalam proses pengecekan, keluarga korban menyatakan tidak perlu dilakukan identifikasi lanjutan karena telah meyakini temuan tersebut adalah jasad Rama. Jenazah selanjutnya akan dimakamkan pada Minggu (1/3) di Tempat Pemakaman Umum (TPU).*