Pendaftaran Dibuka, Sumbar Cari Petugas Haji Berintegritas

19 Januari 2026
Ilustrasi/Net

Ilustrasi/Net

RIAU1.COM - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumbar resmi menabuh genderang seleksi Petugas Haji Daerah (PHD) untuk musim haji 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi.

Proses rekrutmen ini dibuka secara singkat dan ketat, menuntut calon pelayan tamu Allah yang tidak hanya cakap secara administrasi, tetapi juga melek teknologi.

Kepastian pembukaan seleksi ini disampaikan usai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, M. Rifki, menggelar koordinasi strategis dengan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, di Istana Gubernur, Padang.

Dalam keterangannya pada Minggu (18/1/2026), M. Rifki yang dimuat 
Padangkita.com menekankan bahwa seleksi tahun ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah menjaring putra-putri terbaik daerah yang memiliki dedikasi tinggi untuk melayani jemaah haji.

"Seleksi PHD merupakan bagian strategis dari upaya menyiapkan layanan haji yang profesional, tertib, dan berorientasi pada kepentingan jemaah. Seluruh tahapan seleksi mengedepankan prinsip objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas," ujar Rifki.

Rifki menegaskan bahwa PHD adalah ujung tombak pelayanan pemerintah daerah di lapangan. Oleh karena itu, standar seleksi yang diterapkan tidak main-main. Ia mengingatkan bahwa tugas melayani jemaah haji yang mayoritas lanjut usia membutuhkan kesabaran, fisik prima, dan kemampuan manajerial yang mumpuni.

"Petugas Haji Daerah adalah perpanjangan tangan pemerintah daerah dalam melayani jemaah di lapangan. Maka yang kita cari bukan hanya memenuhi syarat administratif, tetapi benar-benar memiliki kapasitas, integritas, dan komitmen pelayanan," tegasnya.

Ia menambahkan, keterlibatan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar dalam pelaksanaan seleksi ini bertujuan untuk menjamin seluruh proses berjalan sesuai koridor regulasi.

"Hasil seleksi nantinya akan diumumkan secara terbuka sebagai bentuk pertanggungjawaban publik," tambah Rifki.

Masyarakat yang berminat diminta untuk bergerak cepat. Pendaftaran seleksi PHD dibuka dalam durasi yang sangat singkat, yakni mulai tanggal 17 hingga 21 Januari 2026.

Para peserta yang lolos seleksi administrasi akan langsung dihadapkan pada tes kompetensi berbasis komputer atau Computer Assisted Test (CAT) pada 22 Januari 2026. Hasil akhir seleksi dijadwalkan akan diumumkan pada 23 Januari 2026.

Salah satu poin menarik dalam persyaratan tahun ini adalah penekanan pada kemampuan digital. Calon petugas wajib mampu mengoperasikan Microsoft Office serta aplikasi pelaporan berbasis Android atau iOS. Hal ini sejalan dengan digitalisasi layanan haji yang terus dikembangkan.

Terdapat dua formasi utama yang dibuka, yakni Bidang Pelayanan Umum dan Bidang Pelayanan Kesehatan. Secara umum, calon petugas haruslah Warga Negara Indonesia beragama Islam, memiliki integritas, dan sehat jasmani rohani. Bagi pelamar berstatus ASN, dibatasi maksimal menduduki jabatan Eselon IV atau setara.

Untuk Bidang Pelayanan Umum, pelamar disyaratkan berusia 30–58 tahun, berpendidikan minimal sarjana, dan diutamakan mampu berbahasa Arab atau Inggris. Sementara untuk Bidang Pelayanan Kesehatan, syarat usia 25–58 tahun, dikhususkan bagi dokter atau perawat yang memiliki STR dan SIP aktif.

Berkas pendaftaran beserta dokumen pendukung dapat segera diserahkan kepada Gubernur Sumatera Barat c.q. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sumatera Barat paling lambat tanggal 20 Januari 2026.*