Sabtu, 07 Desember 2019

BENGKALIS

Gas 3 kilo Langka, Ini Kata Disdagperin Bengkalis

news24xx


Kadis Disdagperin Bengkalis, Indra Gunawan Kadis Disdagperin Bengkalis, Indra Gunawan

RIAU1.COM - Menyikapi kelangkaan gas Elpiji ukuran 3 kilogram sejak beberapa pekan terakhir, Disdagperin Bengkalis menyatakan tidak mengetahui pasti penyebab kelangkaan tersebut.

Kadis Disdagperin Bengkalis, Indra Gunawan menyampaikan, dengan kelangkaan gas elpiji saat ini apakah banyak permintaan atau banyak kebutuhan meningkat.

Baca Juga: Abdul Kadir Kembalikan Formulir Balon Pilkada 2020 Bengkalis ke DPC PKB

www.jualbuy.com

Ataupun masyarakat banyak mencari gas elpiji yang murah. "Saya juga tidak tau, terkadang ada permintaan yang tinggi," kata Indra, Kamis 14 November 2019.

"Apakah permintaan atau kebutuhan diakhir ahir ini meningkat sehingga mereka mencari elpiji yang murah apalagi hanya separuh harga," sambungnya.

Mantan Staf Ahli Bupati Bengkalis ini menuturkan, jika ada usaha kecil masak-memasak atau usaha yang menggunakan gas elpiji 3 kilogram, mereka itu berupaya akan mencari keuntungan.

"Kalau di elpiji ini, itu bisa mendapat keuntungan lebih besar, karena separuh harga. Dibanding dengan dengan gas yang ukuran 5,5 kilo atau yang 12 kilo. Kenapa mereka mencari yang kecil, lantaran gas elpiji 3 kilo itu hanya Rp21 ribu," tuturnya.

Baca Juga: Reses, Anggota DPRD Bengkalis Firman Ungkap Proyek Infrastuktur untuk Desa Kembung Luar

Iklan Riau1

"Ditambah lagi, jika ada oknum yang menjual lagi ke pengepul atau kedai-kedai kecil, sehingga gas elpiji 3 kilo itu bisa dijual Rp25 ribu hingga Rp26 ribu. Di situ kadang terjadi kelangkaan," terangnya.

Menyoal ada atau tidaknya tindakan tegas dari Disdagperin, Indra mengungkapkan, soal penindakan tegas itu tidak bisa. Sebab, Disdagperin hanya melakukan pemantauan dan melaporkanya.

"Untuk masalah gas elpiji ini, kami sudah ada ide, bersama kepala bidang, pihak Pertamina dan para agen gas elpiji, agar mencari solusi seperti apa jalan keluar kelangkaan gas ini," ungkapnya.

"Apakah ada nantik semacam kuota tertutup, dan apakah bisa diterapkan serta ada pembatasan pembatasan seperti apa," pungkasnya.





Loading...