200 Ekor Anak Ayam, Lapas Bengkalis Dukung Ketahanan Pangan
RIAU1.COM -Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis berhasil melakukan penetasan telur ayam secara mandiri melalui Bimbingan Kemandirian Peternakan pada Sabtu 21 Februari 2026 sebagai langkah nyata mendukung program Asta Cita Presiden RI terkait ketahanan pangan nasional.
Kegiatan produktif ini melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terampil ini dilakukan di area asimilasi Lapas Bengkalis dengan menggunakan mesin inkubator teknologi tepat guna, guna memastikan ketersediaan protein hewani internal sekaligus membekali warga binaan dengan keahlian hard skill peternakan sebelum kembali ke masyarakat.
Inisiatif ini bukan sekadar aktivitas pengisi waktu, melainkan implementasi dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menegaskan bahwa transformasi fungsi Lapas kini telah bergeser menjadi pusat produksi yang kontributif bagi negara.
"Program penetasan telur mandiri ini adalah bukti nyata ketahanan pangan di tingkat institusi," ungkapnya.
"Kami tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga memastikan Lapas Bengkalis turut memproduksi sumber pangan sendiri sesuai arahan Bapak Presiden dalam Asta Cita," tegas Priyo.
Hingga saat ini, siklus penetasan di pembinaan kemandirian peternakan Lapas Bengkalis telah mampu menghasilkan setidaknya 200 ekor anak ayam per siklus.
Selain digunakan untuk memenuhi kebutuhan kandang internal, hasil produksi ini memiliki potensi besar untuk didistribusikan ke pasar lokal maupun mitra binaan di wilayah Kabupaten Bengkalis.
Dengan keberhasilan ini, Lapas Kelas IIA Bengkalis membuktikan bahwa di balik tembok hunian, terdapat produktivitas yang berdampak besar bagi ketahanan pangan daerah dan transformasi pemasyarakatan yang lebih bermartabat.
"Keberhasilan ini juga diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh warga binaan untuk terus berinovasi dan mengasah potensi diri di bidang agribisnis," ungkapnya.
Melalui pendampingan teknis yang berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Bengkalis berkomitmen untuk mencetak lulusan pembinaan yang tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masyarakat setelah masa pidananya berakhir.
Dengan sinergi antara teknologi inkubasi dan semangat kerja yang tinggi, program peternakan ini diproyeksikan akan terus berkembang dan berkelanjutan.