Penjualan E-commerce Tembus Rp 96,7 Triliun

11 April 2026
Ilustrasi/net

Ilustrasi/net

RIAU1.COM - Kementerian Perdagangan mencatat nilai penjualan e-commerce pada Februari 2026 mencapai 5,76 miliar dolar AS atau sekitar Rp 96,7 triliun. Angka ini dipengaruhi oleh tren e-commerce yang semakin mengandalkan konten sebagai pintu utama transaksi.

Stephanie Susilo, Executive Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia, menjelaskan  seiring tren konten menjadi penggerak utama dalam perdagangan, kekuatan penemuan TikTok berperan penting dalam membantu pengguna menemukan produk dengan cara yang lebih menarik. "Integrasi Tokopedia dan TikTok Shop memungkinkan penjual mengubah proses penemuan menjadi transaksi secara lebih mulus," ujarnya melalui keterangan, Jumat (10/4/2026).

Didukung oleh pusat penjual yang terintegrasi, pelaku usaha dapat mengelola operasional dengan lebih efisien, mengakses insight yang lebih mendalam, serta menjangkau pelanggan melalui konten dan marketplace sehingga mendorong konversi menjadi pertumbuhan bisnis yang nyata dan terukur.

Pencapaian merek lokal seperti MOELL OFFICIAL, Pushop Store, dan Vianova Watch Store menjadi bukti bahwa pemanfaatan konten, kolaborasi dengan affiliate content creator, serta strategi pemasaran yang relevan mampu mengakselerasi pertumbuhan dan memaksimalkan peluang di era discovery e-commerce.

Bagi merek lokal produk ibu dan bayi di Tokopedia dan TikTok Shop, MOELL OFFICIAL, memahami kebutuhan dan perilaku orang tua sebagai konsumen utama menjadi kunci. Konsumen cenderung mencari solusi praktis dan value for money, sehingga strategi bundling dengan harga kompetitif diterapkan untuk meningkatkan nilai pembelian.

MOELL OFFICIAL juga memanfaatkan tren bahwa orang tua banyak terinspirasi dari konten. Karena itu, merek ini berkolaborasi dengan affiliate content creator dari berbagai skala, termasuk selebritas, untuk menyampaikan nilai produk secara lebih relevan.

Pendekatan ini diperkuat dengan live streaming yang dijalankan secara konsisten selama 24 jam untuk menangkap trafik di berbagai waktu sekaligus membangun interaksi langsung dengan konsumen. 

Pushop Store, merek tas pria di Tokopedia dan TikTok Shop, mengandalkan strategi affiliate-first untuk mendorong pertumbuhan. Seluruh produk aktif dibuka untuk program afiliasi sehingga semakin banyak kreator yang dapat mempromosikan produk.

Selain itu, Pushop mengoptimalkan skema komisi pada produk tertentu agar lebih menarik bagi affiliate. Dari sisi produk, Pushop juga meluncurkan lima produk eksklusif di TikTok Shop untuk menciptakan diferensiasi.

Strategi ini diperkuat dengan produksi konten yang konsisten, yakni lebih dari 120 video pendek atau sekitar empat video per hari, guna menjaga visibilitas produk.*