Dumai Jadi Penyumbang Investasi Terbesar di Riau

1 Mei 2026
Pelabuhan di Kota Dumai

Pelabuhan di Kota Dumai

RIAU1.COM - Kota Dumai kian menegaskan perannya sebagai motor penggerak ekonomi di Provinsi Riau. Pada Triwulan I Januari-Maret 2026, Dumai mencatatkan capaian impresif dengan menempati peringkat pertama realisasi investasi di tingkat kabupaten/kota.

Data terbaru dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau menunjukkan, total investasi yang masuk ke Dumai mencapai Rp3,04 triliun. Angka ini setara dengan sekitar 23 persen dari total realisasi investasi se-Provinsi Riau.

Dominasi Dumai juga terlihat kuat pada sektor Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Kota ini kembali memimpin dengan nilai investasi domestik sebesar Rp2,74 triliun, atau berkontribusi 28 persen terhadap total PMDN provinsi.

Kepala DPMPTSP Kota Dumai, Hj. Raja Dona Fitri Illahi, menyebut capaian tersebut merupakan hasil dari kemudahan perizinan serta komitmen pemerintah daerah dalam membangun iklim usaha yang kondusif.

“Data DPMPTSP Provinsi Riau mengonfirmasi bahwa Dumai menjadi magnet investasi, baik dari penanaman modal asing maupun dalam negeri. Realisasi Rp3,04 triliun ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap potensi dan stabilitas daerah,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Ia menambahkan, keberhasilan ini juga tidak terlepas dari arah kebijakan dan kepemimpinan Wali Kota Dumai H. Paisal bersama Wakil Wali Kota Sugiyarto yang konsisten mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis investasi.

Lebih lanjut, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga keamanan dan kenyamanan daerah agar iklim investasi tetap terjaga.

“Kondusivitas daerah menjadi kunci. Investasi yang tumbuh akan membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, peran semua pihak sangat dibutuhkan,” tambahnya.

Capaian ini semakin memperkuat posisi strategis Dumai sebagai salah satu pusat pertumbuhan investasi utama di Provinsi Riau pada awal 2026.

Pemerintah Kota Dumai pun berkomitmen menjaga tren positif tersebut melalui peningkatan transparansi, percepatan layanan perizinan, serta penguatan infrastruktur penunjang industri.*