Alasan Jangan Minum Kopi di Pesawat!

9 Juli 2026
Ilustrasi/Net

Ilustrasi/Net

RIAU1.COM - Memesan minuman seperti kopi atau teh sangat umum dilakukan ketika sedang dalam penerbangan. Namun akhir-akhir ini orang makin waspada dengan minuman ini.

Soalnya, pada 2024 lalu, seorang mantan pramugari yang juga influencer TikTok, Kat Kamalani, memperingatkan penumpang agar tak memesan kopi dan teh di atas pesawat.

"Tangki air [di pesawat] tidak pernah dibersihkan dan sangat menjijikkan," katanya, seperti dilansir CNNIndonesia dari laman Food & Wine. Kamalani pun menyarankan memesan minuman dalam kaleng atau botol saja.

Selain itu, mantan pramugari ini membeberkan mesin kopi di pesawat sangat jarang dibersihkan, kecuali jika ada kerusakan. Lalu benarkah minum kopi di pesawat tidak aman? Simak penjelasannya berikut ini.

Air di pesawat tidak selalu aman
Mengutip laman Fresh Cup, sebuah laporan dari lembaga nonprofit Center for Food as Medicine and Longevity menyoroti kualitas air di pesawat berdasarkan data dari Environmental Protection Agency Amerika Serikat.

Penelitian ini melibatkan sampel dari 10 maskapai besar dan 11 maskapai regional AS yang beroperasi dalam kurun 2022-2025. Setiap maskapai diberi skor keamanan air dari 0 sampai 5, dengan nilai di atas 3,50 dianggap lulus.

Hasilnya cukup beragam. Delta Air Lines (5.00) dan Frontier Airlines (4.80) mendapat nilai terbaik di kategori maskapai besar, sedangkan American Airlines (1.75) berada di posisi paling bawah. Di kategori maskapai regional, hanya GoJet Airlines (3.85) yang berhasil melewati batas kelulusan.

"Hampir semua maskapai penerbangan regional perlu meningkatkan keselamatan air di dalam pesawat, kecuali GoJet Airlines," kata Charles Platkin, direktur lembaga tersebut.

Saran dan kesimpulan dari laporan ini, yakni penumpang sebaiknya hanya minum air kemasan di pesawat. Kopi atau teh yang dibuat dari air di tangki pesawat sebaiknya dihindari.

Selain itu, hindari pula mencuci tangan dengan air di toilet pesawat. Penumpang disarankan untuk menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol. Meski begitu, hasil ini lebih menyoroti potensi masalah kualitas air, bukan berarti semua kopi di pesawat otomatis berbahaya.

Lebih mudah dehidrasi saat penerbangan
Selain soal kebersihan, alasan ilmiah lain untuk lebih berhati-hati minum kopi di pesawat, yaitu risiko dehidrasi. Saat penerbangan berlangsung, tubuh memang lebih mudah kehilangan cairan dibanding saat berada di darat.

Lingkungan kabin pesawat yang bertekanan lebih rendah, udara dingin, dan kelembapan sangat rendah dapat mempercepat hilangnya cairan tubuh, terutama pada penerbangan jarak jauh.

Artinya, selama di pesawat, tubuh sudah berada dalam kondisi yang kurang ideal untuk menjaga cairan. Jika penumpang kurang minum air, efek dehidrasi bisa makin terasa.

"Umumnya Anda tidak minum cukup air di pesawat karena Anda minum dari gelas-gelas kecil yang mereka sediakan. Selain itu, kabinnya kering, jadi Anda kehilangan cairan hanya dengan menghirup udara kabin yang kering itu," kata Kyle Staller dari Harvard Medical School, menukil Everyday Health.

Lalu apa hubungannya dengan kopi? Secara umum, kopi memang mengandung kafein yang bersifat diuretik, artinya dapat meningkatkan produksi urine. Ini yang menjadi dasar minum kopi harus dihindari ketika tubuh sedang kekurangan cairan di atas pesawat.

Di sisi lain, banyak penelitian menunjukkan cairan dalam kopi atau teh tetap ikut menyumbang asupan cairan tubuh, sehingga efek diuretiknya tidak selalu lebih besar daripada manfaat hidrasi dari minumannya sendiri.

Masalahnya, saat terbang, tubuh sudah cenderung dehidrasi. Jadi, minum kopi di pesawat sebenarnya boleh saja, tetapi sebaiknya tidak dijadikan sumber cairan utama.

Jadi, bolehkah minum kopi di pesawat? Boleh, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pilihlah kopi dalam kemasan jika Anda khawatir dengan kualitas air di pesawat.

Kedua, jangan jadikan kopi sebagai satu-satunya sumber cairan selama penerbangan. Imbangi dengan perbanyak minum air putih. Dengan begitu, Anda tetap bisa menikmati penerbangan tanpa mengorbankan kenyamanan tubuh.*