Ilustrasi/Net
RIAU1.COM - Kehidupan modern yang dipenuhi paparan visual dan rangsangan digital dapat membuat otak manusia mengalami overstimulasi. Mulai dari kebiasaan scrolling video di media sosial hingga konsumsi konten digital, semuanya berkontribusi terhadap kondisi ini dan membuat otak terus aktif tanpa jeda.
Dokter spesialis bedah saraf dr Prashant Katakol, mengingatkan otak manusia tidak dirancang untuk menghadapi stimulasi konstan seperti saat ini. Seperti halnya mesin, otak juga membutuhkan waktu untuk beristirahat.
"Sebagian besar dari kita bangun dan langsung meraih ponsel. Kita makan dengan TV menyala. Kita bekerja dengan musik di latar belakang. Kita tidur dengan podcast yang masih berjalan. Tidak ada satu pun momen di mana otak benar-benar berhenti," kata dia dilansir Republika dari laman Hindustan Times, Senin (13/4/2026).
Menurut Katakol, paparan layar dan informasi tanpa henti dapat membuat hormon stres tetap tinggi. Kondisi ini secara perlahan menyebabkan kelelahan pada sirkuit saraf.
Akibatnya, korteks prefrontal yaitu bagian otak yang berperan dalam fokus, pengambilan keputusan, dan kejernihan berpikir, tidak memiliki kesempatan untuk pulih jika otak terus aktif tanpa jeda. Sebagai solusi, Katakol menyarankan untuk meluangkan waktu hening. Tidak perlu lama, waktu hening selama dua menit cukup membantu memulihkan otak.
"Hanya dua menit keheningan memungkinkan otak mengaktifkan default mode network yaitu bagian otak yang berfungsi dalam refleksi diri, kreativitas, dan pemrosesan emosi. Ini bukan waktu yang terbuang, melainkan waktu pemulihan bagi otak," ujar Katakol.
Dia mengatakan duduk dalam keheningan tanpa gangguan baik dari ponsel, buku, maupun percakapanm dapat memberikan kejernihan pikiran, bukan sekadar kekosongan. la juga menilai ketenangan yang dihasilkan tidak dapat digantikan oleh rangsangan visual, suara, maupun obat-obatan.
"Manfaat yang dapat diperoleh dari kebiasaan duduk dalam keheningan selama dua menit setiap hari meliputi penurunan stres, peningkatan kejernihan mental, serta munculnya ketenangan batin," kata dia.*