Ilustrasi/Net
RIAU1.COM - Menutup mulut dengan tangan saat batuk masih sering dilakukan banyak orang. Padahal, kebiasaan tersebut justru dinilai kurang tepat karena berpotensi menyebarkan virus dan bakteri ke orang lain melalui sentuhan pada benda maupun kontak langsung.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan masyarakat agar tidak lagi menggunakan telapak tangan untuk menutup mulut saat batuk.
“Kalau kamu batuk, masih kayak tadi nutup pakai telapak tangan, berhenti, itu salah,” kata Budi dalam unggahan video di akun Instagramnya yang dimuat Okezone.com.
Ia menjelaskan, tangan yang digunakan untuk menutup batuk dapat terkontaminasi bakteri atau virus. Setelah itu, tangan biasanya digunakan untuk memegang berbagai benda, seperti gagang pintu, ponsel, hingga berjabat tangan dengan orang lain.
Akibatnya, kuman dari batuk bisa berpindah dan menyebar ke lingkungan sekitar.
“Habis itu kamu bisa pegang pintu, pegang HP, bisa salaman sama teman-teman. Selamat, kamu sudah membuat dosa baru menjadi penyebar bakteri jahat,” ujarnya.
Cara Tutup Mulut saat Batuk
Menurut Budi, cara yang lebih tepat untuk menutup mulut saat batuk adalah menggunakan bagian dalam siku atau memakai tisu sekali pakai.
“Ini aku ajarin ya cara batuk yang benar. Ini yang benar pertama, tutupnya pakai siku. Kedua, bisa ditutup pakai tisu sekali pakai. Kalau habis batuk, tisunya jangan dikantongin, langsung dibuang ke tempat sampah,” jelasnya.
Cegah Penularan Campak, Anak yang Demam dan Batuk Sebaiknya Tak Sekolah Dulu
Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat sedang sakit tetapi tetap harus beraktivitas di luar rumah. Sirkulasi udara di rumah juga perlu diperhatikan agar pertukaran udara berjalan baik.
“Kalau Anda tetap terpaksa kerja karena tidak dikasih cuti, pakailah masker. Kalau di rumah, penting banget kita punya jendela dan sinar yang banyak. Kita buka supaya udara dari luar bisa masuk,” pungkas Budi.*