Ilustrasi/Net
RIAU1.COM - Pernahkah kamu merasa mengantuk saat di kantor dan memutuskan untuk meminum kopi? Tapi ternyata hal tersebut tetap saja tidak membuat kamu melek, malahan membuat kamu semakin mengantuk dan lelah.
Bahkan tidak jarang kopi tersebut terasa seperti air biasa yang tidak memberikan efek apa pun? Jika iya, maka tubuh kamu sedang mengalami fenomena bernama Toleransi Kafein.
Sebelum kita membahas lebih jauh, kamu harus mengetahui terlebih dahulu apa itu adenosin. Adenosin merupakan senyawa kimia di otak yang berfungsi sebagai sinyal lelah. Kadar adenosin sendiri terus menumpuk di otak sepanjang hari. Ia menempel pada reseptor dan memberi sinyal kepada tubuh untuk lelah.
Begitupun dengan kafein, sebab kafein memiliki struktur molekul yang sangat mirip dengan adenosin namun dengan sistem berkebalikan. Saat Anda minum kopi, kafein "menipu" otak dengan menempel pada reseptor tersebut, sehingga adenosin yang asli tidak bisa masuk sehingga otak tidak menerima sinyal lelah. Hasilnya? Kamu tetap merasa segar dan tidak mengantuk.
Namun, hal itu tentu tidak baik jika kamu terus lakukan setiap hari bahkan setiap saat jika kamu mengantuk. Menurut laporan dari National Institutes of Health (NIH), dikutip Okezone, Senin (2/1/2026), otak manusia adalah sistem yang adaptif. Ketika kamu terus-menerus mengkonsumsi kafein selama satu hari dalam waktu dekat, hal tersebut dapat memblokir reseptor adenosin dengan kafein.
Akibatnya, otak merespons dengan menciptakan lebih banyak reseptor baru untuk menyeimbangkan asupan kafein. Lambat laun, tubuh kamu tidak lagi merasakan efek dari kafein yang bisa menciptakan sensasi segar.
Hal itu dikarenakan reseptor yang dihasilkan sudah bisa memblokir kadar kafein yang ada konsumsi setiap harinya. Dalam artian sederhana, tubuh kamu sudah menganggap kafein sebagai zat biasa yang masuk ke dalam tubuh.
Media sains internasional, The Ridge, juga menjelaskan bahwa kondisi tersebut dinamakan Insurmountable Tolerance atau toleransi yang tidak bisa ditembus. Ini adalah titik di mana menambah dosis kopi sebanyak apapun tidak akan memberikan efek “melek” sebagai hasil stimulus dari kopi.
Tubuh melakukan ini sebagai mekanisme pertahanan agar sistem saraf tidak kelebihan beban (overstimulated). Pada tahap ini, kopi bukan lagi diminum untuk mencari "energi tambahan", melainkan hanya untuk menghindari gejala putus zat (withdrawal) seperti sakit kepala dan lemas.
Pada dasarnya, kopi tidak memberikan energi secara langsung. Ia hanya "meminjam" energi dengan cara membungkam sinyal lelah. Jika kamu merasa kopi tidak lagi membuat melek, bisa jadi hal itu merupakan tanda bahwa otak kamu telah beradaptasi dengan membangun pertahanan ekstra terhadap asupan kafein setiap harinya.*