Karantina Pertanian Tanjungpinang Lakukan Operasi, Waspadai Virus Nipah Asal Malaysia
ilustrasi
RIAU1.COM -TANJUNGPINANG– Virus Nipah saat ini menyerang peternakan babi di Malaysia dapat menular kepada manusia. Karantina Pertanian Tanjungpinang saat ini sedang mewaspadai wabah virus Nipah asal Malaysia.
“Virus Nipah yang terjadi di Malaysia harus menjadi kewaspadaan kita semua, karena penyakit ini bersifat zoonosis yang artinya dapat menular dari hewan ke manusia,” ujar Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang Raden Nurcahyo Nugroho dalam keterangan tertulisnya diterima, Senin (1/2/2021).
Untuk mengantisipasinya, kata dia, pihaknya melaksanakan operasi patuh karantina di semua tempat pemasukan dan pengeluaran, baik itu di pelabuhan maupun bandara.
Operasi patuh juga bertujuan untuk meningkatkan sinergitas dengan instansi terkait di pelabuhan, sehingga hasil operasi patuh akan menjadi bahan evaluasi dan penentu kebijakan pimpinan. “Apa bila ditemukan pelanggaran maka dikedepankan mengedukasi masyarakat untuk patuh dan lapor karantina,” katanya.
Sebelumnya, Tim Pengawasan dan Penindakan (P2) Karantina Pertanian Tanjungpinang telah melaksanakan Operasi Patuh Karantina di Pelabuhan ASDP Tanjung Uban, Bintan (30/1/2021).
Operasi itu melibatkan Kepolisian Kawasan Pelabuhan Polsek Tanjung Uban, Polsek Bintan Utara, Bea dan Cukai Tanjung Uban, Pomal, Babinsa Koramil Tanjung Uban, KSOP, KKP, BKIPM, dan BPTD Tanjung Uban.
Pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh alat angkut yang datang maupun yang akan berangkat, media pembawa dan penumpang serta barang tentengan baik yang dari Batam maupun yang akan menuju Batam.
Operasi itu menjaring tiga mobil pribadi yang membawa bibit tanaman (buah, hias, obat) tanpa dilengkapi Sertifikat Kesehatan dari daerah asal, 1 mobil pribadi yang lain juga membawa sayuran, buah-buahan dan sosis. Terhadap pelaku pelanggaran dilakukan edukasi oleh Pejabat Karantina Pertanian Tanjungpinang. (suryakepri)