Ilustrasi/Net
RIAU1.COM - Angka stunting di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tercatat masih berada diangka 15 persen. Berdasarkan survei nasional, Kabupaten Lingga menjadi daerah tertinggi.
Angka stunting di Provinsi Kepri memang mengalami penurunan dari tahun 2021 yang angkanya mencapai 17,6 persen. Selain itu, jumlah balita stunting di provinsi kepulauan tersebut juga turun dari 6.626 anak pada 2021 menjadi 3.196 anak pada 2025.
”Jika dilihat dari data elektronik pencatatan pelaporan gizi berbasis masyarakat tau posyandu, kita berada di tiga persen lebih,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Mohammad Bisri, Senin (31/8) yang dimuat Batampos.
Ia menjelaskan, dari presentase pencatatan data tersebut, Kepri dinilai masih tergolong rendah dalam temuan kasus stunting tersebut. Namun saat ini, masih ada satu kabupeten di Kepri yang angka stuntingnya masih tinggi.
Dari tujuh kabupeten/kota yang ada di Kepri, Lingga menjadi daerah yang paling banyak ditemukan kasus stunting, yakni diangka 7 persen dari 15 persen se Kepri.
“Karena dipengaruhi oleh kondisi geografis berupa pulau-pulau menyulitkan distribusi kesehatan dan kebutuhan pokok,” tambahnya.
Untuk menekan lagi angka stunting di Kepri, Dinas Kesehatan menyebut akan membentuk percepatan penurunan stunting. Hal tersebut dapat mempermudah pemerintah untuk memantau potensi stunting sejak dini.
”Untuk anggaran ada, tapi masih belum optimal karena juga ada efisiensi sekarang kan,” pungkasnya.*
