Warga Batam yang minta dipulangkan dari Kamboja
RIAU1.COM - Lima orang yang mengaku warga Batam meminta bantuan pemerintah untuk memfasilitasi kepulangan mereka dari tempat penampungan di Kamboja. Permintaan itu disampaikan melalui video yang beredar dan ditujukan kepada Wali Kota Batam Amsakar Achmad serta Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra.
Dalam video tersebut, mereka mengaku sedang berada di penampungan di Kamboja dan meminta pemerintah membantu memulangkan mereka ke Batam. Mereka juga meminta pemerintah berkoordinasi dengan Presiden RI Prabowo Subianto agar proses kepulangan dapat segera dilakukan.
Menanggapi hal itu, Pemerintah Kota (Pemko) Batam kemudian berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kepri untuk memastikan identitas dan keberadaan kelima warga tersebut.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan, proses penelusuran belum dapat dilakukan secara maksimal tanpa data lengkap mengenai warga yang dimaksud.
“Sudah kami koordinasikan dengan BP2MI Kepri dan Kemenlu RI. Kedua lembaga negara tersebut juga menyampaikan bahwa jika tidak ada data lengkap warga yang dimaksud, akan sulit untuk melacak dan memastikan kebenaran terkait status keimigrasian mereka,” ujar Rudi yang dimuat Batampos.
Menanggapi video tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam Rudi Panjaitan mengatakan Pemko Batam telah berkoordinasi dengan BP2MI Kepri dan Kementerian Luar Negeri.
“Sudah kami koordinasikan dengan BP2MI Kepri dan Kemenlu RI. Kedua lembaga negara tersebut juga menyampaikan bahwa jika tidak ada data lengkap warga yang dimaksud, akan sulit untuk melacak dan memastikan kebenaran terkait status keimigrasian mereka,” kata Rudi.
Menurut Rudi, data kependudukan dan keimigrasian diperlukan untuk memastikan identitas serta keberadaan lima warga tersebut. Data itu juga menjadi dasar pemerintah dalam melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Karena itu, Pemko Batam meminta keluarga yang mengetahui atau memiliki informasi mengenai lima warga tersebut segera menyerahkan data yang dimiliki kepada pemerintah.
“Bagi keluarga yang mengetahui data-datanya, silakan datang ke Kantor Wali Kota Batam atau Dinas Kominfo. Selanjutnya akan kami koordinasikan dengan pihak-pihak terkait,” ujarnya.
Rudi mengatakan Pemko Batam akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menindaklanjuti informasi tersebut. Namun, proses verifikasi dan penelusuran membutuhkan data yang jelas dari keluarga maupun pihak yang mengetahui keberadaan mereka.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Kami berharap keluarga yang mengetahui informasi mengenai warga tersebut dapat segera menyampaikan data yang diperlukan agar proses verifikasi dan penelusuran dapat dilakukan,” katanya.*
