Senin, 17 Februari 2020

KRIMINAL

Mantan Dirut Pelindo II RJ Lino Tak Ditahan KPK Setelah 4 Tahun Berstatus Tersangka

news24xx


Mantan Dirut PT Pelabuhan Indonesia II RJ Lino. Foto: Antara. Mantan Dirut PT Pelabuhan Indonesia II RJ Lino. Foto: Antara.

RIAU1.COM -Mantan Dirut Pelindo II, RJ Lino, telah selesai menjalani pemeriksaan di KPK. Ini merupakan pemeriksaan lanjutan terkait perkara suap pengadaan Quay Container Crane (QCC) di Pelindo II pada 2010.

Dilansir dari Kumparan.com, Kamis (23/1/2020), RJ Lino diperiksa hampir 12 jam oleh penyidik KPK. RJ Lino datang ke Gedung KPK pada pukul 10.00 WIB dan baru menyelesaikan pemeriksaan pukul 21.40 WIB.

Saat keluar, RJ Lino tak terlihat ditahan penyidik KPK. Padahal dia merupakan tersangka KPK sejak ditetapkan pada Desember 2015 lalu.

Baca Juga: Satu Pelaku Sabu Ditangkap, Satu Berhasil Kabur

www.jualbuy.com

RJ Lino mengatakan, dicecar sejumlah pertanyaan oleh penyidik dan telah menjawab semuanya. Namun, ia tak merinci pernyataan itu.

Ia berharap lewat pemeriksaan kali ini bisa memperjelas statusnya dalam kasus suap di Pelindo II. Ia terakhir diperiksa pada Februari 2016 silam.

"Pertama saya terima kasih ya karena setelah menunggu 4 tahun, akhirnya saya dipanggil juga ke sini dan saya harap proses ini bisa menjelaskan bagaimana status saya. Karena apa, saya tempo hari ke sini kan Februari 2016, jadi 4 tahun," kata RJ Lino di Gedung KPK.

Baca Juga: Sayat Pundak Polisi dengan Parang, Pengedar Narkoba di Sumut Ditembak Saat Lompat ke Jurang

Iklan Riau1

Ia juga enggan membeberkan terkait audit kerugian negara akibat suap pengadaan Quay Container Crane (QCC) di Pelindo II. Audit itu telah diserahkan BPK kepada KPK.

"Saya enggak ingin jawab itu, itu kan tugas instansi lain. Di dalam apa yang ditanyakan sudah saya jawab semua, mudah-mudahan itu jadi dasar selanjutnya. Sehingga saya harap dengan demikian status saya lebih jelas lah," ungkapnya.

Ia diduga menyalahgunakan wewenangnya saat jadi Dirut Pelindo II, dengan menunjuk langsung perusahaan Cina, Wuxi Huangdong Heavy Machinery, sebagai pelaksana proyek pengadaan itu. Adapun proyek pengadaan itu bernilai sekitar Rp100 miliar untuk pengadaan QCC di tiga lokasi, yakni Palembang, Pontianak, dan Lampung.





Loading...