Pengemudi Mabuk di Penang Menabrak Sepeda Motor, Satu Orang Tewas dan Lainnya Alami Luka Kritis
Pengemudi Mabuk di Penang Menabrak Sepeda Motor, Satu Orang Tewas dan Lainnya Alami Luka Kritis
RIAU1.COM - Mengemudi di bawah pengaruh, apakah itu alkohol atau zat lain, sangat berbahaya dan sangat ilegal. Kecelakaan yang disebabkan oleh mengemudi di bawah pengaruh telah meninggalkan banyak keluarga yang hancur karena kehilangan orang yang mereka cintai, dan bagi beberapa yang selamat dari insiden ini, bekas luka yang mereka tinggalkan akan terus ada.
Salah satu tragedi semacam itu menimpa satu keluarga yang terdiri dari tujuh orang, ketika pasangan yang mengendarai sepeda motor mereka di sepanjang Jalan Tol Utara-Selatan (NSE) dihadang oleh seorang pengemudi mabuk, lapor New Straits Times.
Insiden itu, yang terjadi di dekat pintu keluar Perai di jalan raya tadi malam (9 Februari 2020), melibatkan Khairizul Mohamad Noor, seorang pekerja pabrik berusia 39 tahun dan istrinya, Zuriana Hasan yang berusia 36 tahun, ketika mereka kembali pulang dari makan malam bersama dua adik perempuan Zuriana.
Pada jam 5 pagi, sepeda motor mereka ditabrak oleh Perodua Alza, menyebabkan Khairizul terlempar dari sepeda motornya.
Khairizul meninggal segera di tempat kejadian, sementara istrinya, Zuriana, menderita cedera kritis akibat kecelakaan itu.
Pengemudi Perodua Alza ditahan untuk penyelidikan, yang mengungkapkan bahwa ia mabuk pada saat kecelakaan setelah ia gagal dalam tes breathalyzer. Dia tidak menderita cedera.
Tetapi yang paling tragis, Zuriana, yang masih dalam perawatan intensif, tidak mengetahui kematian suaminya, menurut seorang anggota keluarga yang berada di Rumah Sakit Seberang Jaya. Pasangan ini sama-sama memiliki lima anak, dan ada kekhawatiran bahwa jika kondisi Zuriana memburuk, akibatnya anak-anak akan menjadi yatim piatu.
R1/DEVI
