Ilustrasi pencari kerja
RIAU1.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kondisi ekonomi di level masyarakat dan produsen saat ini telah membaik. Purbaya mengaku, akan menjaga tren positif pertumbuhan ekonomi sebesar 5,35 persen pada kuartal IV 2025.
"Kita prediksi kuartal I ini kita akan tekan, dorong ke arah 5,5 persen sampai enam persen. Kemudian investasi mendekati enam persen," ujar Purbaya dalam konferensi pers Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 di Auditorium Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Jumat (13/2/2026) yang dimuat Republika.
Dia memastikan, seluruh belanja pemerintah yang berhubungan dengan program-program strategis akan dibelanjakan tepat waktu pada kuartal I 2026. Purbaya menyebut, percepatan belanja pemerintah untuk program makan bergizi gratis (MBG) sebesar Rp 62 triliun, THR untuk ASN sebesar Rp 55 triliun, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatera senilai Rp 6 triliun.
"Jadi kita proyeksikan belanja negara kuartal pertama akan mencapai Rp 809 triliun," ucap Purbaya.
Di samping itu, pihaknya juga akan menjaga tingkat investasi dan sinkronisasi kebijakan dengan bank sentral untuk meningkatkan kontribusi sektor finansial untuk mendorong perekonomian. Purbaya menilai, indikator-indikator tersebut menjadi jawaban pemerintah dalam menghalau kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi ekonomi Indonesia.
"Kalau Anda ingin tahu 10 tahun ke depan, kita kelihatannya masuk masa ekspansi yang sehat. Kita bisa ekspansi itu sampai 2033. Artinya teman-teman enggak usah khawatir, apalagi kalangan muda yang takut cari kerjaan setelah lulus. Bulan-bulan ke depan, tahun-tahun ke depan akan lebih banyak lapangan kerja tercipta," ucap Purbaya.
Dia memastikan, seluruh kebijakan tersebut tetap melalui manajemen fiskal yang baik dan prudent. Dia mengatakan kebijakan belanja pemerintah pun tidak melanggar tiga persen rasio defisit ke PDB.
"Utang kita akan kita jaga di level yang stabil, mungkin akan turun. Saya pikir nanti ketika ekonomi lebih bagus, pendapatan pajak dan bea cukai kita juga akan bagus, sehingga utang kita bisa kita tekan perlahan-lahan ke bawah," kata Purbaya.
Di tempat yang sama, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan BI mendukung program pemerintah serta bersinergi kebijakan fiskal dan moneter akan terus kita perkuat. BI, lanjut Destry, fokus menjaga agar kebijakan untuk menjaga likuditas di sistem keuangan cukup dan sesuai untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan ekonomi.
"Kita juga akan terus menjaga stabilisasi untuk rupiah termasuk juga nilai tukar dan juga untuk inflasi," ujar Destry.
Dia mengatakan, inflasi inti saat ini, masih berada relatif rendah sekitar 1,3 persen di luar emas. Artinya, ucap Destry, ruang pertumbuhan untuk ekonomi tumbuh itu masih besar tanpa menyebabkan overheating dalam ekonomi.
"Jadi BI bersama-sama melalui sinergi fiskal dan moneter akan terus bersama mendukung program pemerintah yang tentunya akan sangat bermanfaat bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan," kata Destry.
ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi atau Kiki menyampaikan OJK berkomitmen penuh mendukung pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan dalam APBN. Kiki menyampaikan, OJK kini sedang berupaya memperkuat permodalan di sektor jasa keuangan.*