Tahun 2027 Pembangunan Jalan Tol Baru hanya 12,27 Km

10 Juli 2026
Ilustrasi/Net

Ilustrasi/Net

RIAU1.COM - Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memasang target pembangunan jalan tol baru hanya sepanjang 12,27 kilometer pada 2027. Target itu muncul di tengah keterbatasan anggaran, sehingga fokus belanja infrastruktur tahun depan berpotensi lebih diarahkan untuk menjaga kondisi jalan yang sudah ada ketimbang membuka proyek baru.

Rencana tersebut tercantum dalam paparan pagu indikatif Tahun Anggaran 2027 Ditjen Bina Marga Kementerian PU saat rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPR RI. Dalam dokumen itu, Ditjen Bina Marga memperoleh pagu indikatif sebesar Rp29,24 triliun.

Anggaran tersebut disiapkan untuk menopang sejumlah program konektivitas. Mulai dari pembangunan jalan nasional baru sepanjang 200,44 kilometer (km), peningkatan kapasitas dan preservasi jalan sepanjang km, hingga preservasi rutin jalan sepanjang 47.603 km.

Tak hanya itu, pagu indikatif tersebut juga akan dipakai untuk pembangunan dan penggantian jembatan sepanjang 2.388,37 meter, preservasi jembatan 3.740,27 meter, serta pembangunan flyover atau underpass sepanjang 473,9 meter. Di saat yang sama, pemerintah juga memasukkan target pembangunan jalan tol baru sepanjang 12,27 km ke dalam rencana kerja tahun depan.

Selain proyek fisik jalan dan jembatan, anggaran itu juga disiapkan untuk program padat karya atau infrastruktur berbasis masyarakat (IBM), dengan target output 118 unit jembatan gantung. Sebagian anggaran juga akan diarahkan untuk dukungan penanganan bencana di Sumatra.

Namun, rencana pembangunan infrastruktur baru itu kini tengah dievaluasi. Penyebabnya, ruang fiskal yang tersedia dinilai belum cukup longgar untuk mengakomodasi seluruh kebutuhan pembangunan sekaligus preservasi.

Dalam unggahan akun Instagram resmi Bina Marga, disebutkan bahwa Komisi V DPR RI meminta agar alokasi anggaran 2027 lebih diarahkan untuk menjaga kualitas jalan yang sudah ada.

"Pimpinan Komisi V menyarankan agar alokasi pagu indikatif sebesar Rp29,24 triliun difokuskan pada kegiatan preservasi jalan daripada pembangunan baru," jelas Bina Marga dalam unggahan Instagram resminya @pu_binamarga, dikutip CNBCIndonesia, Jumat (10/7/2026).

Menanggapi masukan itu, Dirjen Bina Marga Roy Rozali menyatakan, akan menyesuaikan kembali arah belanja tahun depan agar lebih tepat sasaran. Penajaman program dan anggaran bakal dilakukan dengan mempertimbangkan prioritas nasional serta kondisi pagu yang terbatas.

"Seluruhnya menjadi catatan penting bagi Ditjen Bina Marga dalam menajamkan program dan anggaran TA 2027, agar lebih tepat sasaran, terukur, dan selaras dengan prioritas nasional," kata Roy.