Diminta Perusahaan Pelalawan Rapid Test, Karyawan Kontraktor Lampung Malah Positif Corona Saat Tes Swab di Pekanbaru
Juru Bicara Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kota Pekanbaru Dokter Mulyadi. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -EF (38), warga Kota Bandar Lampung, harus menunda pekerjaannya di salah salah satu perusahaan swasta di Kabupaten Pelalawan. Pasalnya, EF dinyatakan positif corona saat menjalani pemeriksaan swab (pengambilan sampel lendir pada saluran pernafasan) di Rumah Sakit Awal Bros Panam, Kota Pekanbaru.
Juru Bicara Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kota Pekanbaru Dokter Mulyadi, Selasa (16/6/2020), mengatakan, pasien positif corona yaitu Tuan EF masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad. Menurut Juru Bicara Penanganan Covid-19 Provinsi Riau Dokter Indra Yovie kemarin, EF dalam kondisi stabil.
"Pasien hanya mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi). Pasien ini Orang Tanpa Gejala (OTG), tentu tidak ada gejala," ujarnya.
Pasien datang dari Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Pasien diduga salah satu karyawan perusahaan kontraktor atau seorang kontraktor yang akan bekerja disalah satu perusahaan swasta di Kabupaten Pelalawan.
"Jadi, ada prosedur perusahaan itu yang mewajibkan orang yang akan bekerja menjalani pemeriksaan rapid test. Kebetulan, satu orang yang diperiksa menunjukkan reaktif," ungkap Dokter Mulyadi.
Karena rapid test reaktif, EF dan tiga rekannya melanjutkan pemeriksaan swab di Rumah Sakit Awal Bros Panam, Pekanbaru. Dari hasil swab itu, pasien dinyatakan positif corona.
Kemudian, pasien diisolasi dan dirawat di RSUD Arifin Achmad. Tiga temannya yang lain negatif corona.
"Pasien bukan selesai bekerja di perusahaan di Pelalawan itu. Justru, ia mau masuk ke perusahaan swasta tersebut," jelas Dokter Mulyadi.
Langkah yang dilakukan perusahaan swasta di Pelalawan itu cukup bagus. Barangkali, perusahaan lain harus menerapkan pola seperti ini jika para pekerjanya dari zona merah.
"Ini bagus sebenarnya. Mudah-mudahan bisa ditiru oleh perusahaan lain di Riau," ucap Dokter Mulyadi.
Diberitakan sebelumnya, kasus positif corona ada penambahan satu orang di Pekanbaru pada 15 Juni. Pasien adalah Tuan EF (38), warga Kelurahan Gunung Sulah, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Riwayat perjalanannya, pasien berangkat dari Bandar Lampung.
Pasien berangkat dengan bus bersama dua orang temannya menuju Kabupaten Pelalawan. Pasien tiba di Pelalawan pada 9 Juni lalu.
Pasien akan bekerja di sebuah perusahaan swasta di Pelalawan. Kemudian, pasien menjalani tes swab (pengambilan sampel lendir pada saluran pernafasan) di Rumah Sakit Awal Bros Panam, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru pada 10 Juni. Pasien melakukan swab bersama tiga orang temannya.
Hasil swab keluar tiga hari kemudian. Pasien dinyatakan positif corona.
Pasien dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru pada 14 Juni. Saat ini, pasien sedang dirawat.