Pemko Pekanbaru Siapkan Penataan Kawasan Wisata Limbungan dan Okura

16 Juli 2026
Asisten II Setdako Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut. Foto: Surya/Riau1.

Asisten II Setdako Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru menyiapkan strategi penataan kawasan wisata di Kelurahan Limbungan dan Tebing Tinggi Okura (Kecamatan Rumbai Timur). Upaya ini sebagai langkah mengoptimalkan potensi pariwisata yang dimiliki wilayah tersebut.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, Kamis (16/7/2026), mengatakan, kawasan tersebut memiliki sejumlah destinasi unggulan yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan wisata terpadu. Di Kecamatan Rumbai Timur itu terdapat Danau Buatan, Pulau Semut, Taman Bunga Impian Okura, serta berbagai potensi wisata lainnya yang perlu ditata dan dikembangkan. Salah satu prioritas yang akan dilakukan Pemko Pekanbaru adalah memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai ketentuan garis sempadan sungai dan danau sebagai dasar penataan kawasan.

"Kami sudah berdiskusi dengan para pengelola objek wisata. Salah satu langkah awal yang akan dilakukan adalah sosialisasi dan edukasi terkait garis sempadan sungai maupun danau," jelasnya.

Khusus untuk kawasan Danau Buatan atau Danau Bandar Kayangan, pemko perlu menetapkan secara jelas batas kawasan yang diperbolehkan untuk pembangunan dan area yang harus tetap dilindungi. Kejelasan batas tersebut penting agar masyarakat, terutama pemilik lahan di sekitar danau, dapat memahami aturan sekaligus berpartisipasi dalam pengembangan kawasan wisata.

"Hal ini harus kami dudukkan bersama dan disosialisasikan kepada masyarakat. Harapannya, para pemilik lahan di sekitar danau dapat ikut berkolaborasi dalam penataan dan pengembangan kawasan wisata," sebut Ingot.

Sebagai bagian dari rencana pengembangan, Pemko Pekanbaru juga berencana membangun jalan inspeksi di kawasan Danau Bandar Kayangan. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung aksesibilitas sekaligus menunjang pengembangan sektor pariwisata.

Namun demikian, seluruh rencana pembangunan akan diawali dengan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Agar, proses penataan dapat berjalan secara baik dan mendapat dukungan dari seluruh pihak.

"Semua tahapan itu harus diawali dengan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Sehingga, penataan kawasan wisata dapat terlaksana secara optimal," pungkasnya.