Wawako Pekanbaru Markarius Anwar. Foto: Istimewa.
RIAU1.COM -Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Lembaga Pemberdayaan Perempuan Minang Indonesia (LPPMI) di Hotel Mutiara Merdeka, Kamis (16/7/2026). Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh pengurus LPPMI untuk berkolaborasi dengan Pemko Pekanbaru dalam memperkuat pemberdayaan perempuan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam pidatonya, Markarius mengatakan, Pekanbaru belakangan ini semakin dipercaya menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional. Kondisi tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
"Sebagai pengurus pusat, tentu pelantikan ini menjadi kebanggaan bagi Kota Pekanbaru. Akhir-akhir ini banyak kegiatan nasional digelar di kota ini," ujarnya.
Terakhir, Rapat Kerja Nasional Apoteker Indonesia yang dihadiri sekitar 1.500 peserta di SKA Co-Ex. Berbagai agenda nasional seperti ini sangat membantu menggerakkan perekonomian Kota Pekanbaru.
Markarius juga mengapresiasi kehadiran peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara, seperti Malaysia dan Singapura. Selain itu, sejumlah perwakilan dari Kabupaten Pelalawan, Siak, Kota Dumai, dan daerah lainnya turut menghadiri pelantikan tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih karena ini merupakan kehormatan bagi Kota Pekanbaru. Selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Kami membuka ruang kolaborasi agar bersama-sama membangun Kota Pekanbaru, khususnya melalui pengurus daerah di Kota Pekanbaru," ucapnya.
Markarius menilai perempuan, khususnya perempuan Minang, memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, terutama melalui peningkatan kapasitas dan pemberdayaan perempuan. Salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Pekanbaru adalah perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang sebagian besar pelakunya merupakan perempuan.
"Kami berharap DPP, DPW, dan DPD LPPMI mampu merangkul serta memberdayakan seluruh perempuan Minang. Tidak hanya anggota yang telah terdaftar, tetapi juga perempuan-perempuan Minang lainnya yang memiliki potensi besar. Bersama-sama kita perkuat peran perempuan dalam pembangunan Kota Pekanbaru," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP LPPMI Desi Wahyuni menyebut pelantikan tersebut menjadi tonggak sejarah bagi organisasi dalam memperkuat peran perempuan Minang di seluruh Indonesia. LPPMI yang berdiri dua tahun lalu telah berhasil membangun kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk mitra di Selangor, Malaysia, dan Singapura.
"Komitmen kami adalah menghadirkan perempuan Minang yang semakin berdaya, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," katanya.
Perempuan bukan sekadar pelengkap pembangunan. Melainkan, perempuan merupakan penggerak utama perubahan, baik dalam keluarga, masyarakat, dunia usaha, pendidikan, pemerintahan, maupun organisasi.
"Perempuan Minang mewarisi nilai-nilai luhur sebagai bundo kanduang yang memiliki tanggung jawab menjaga martabat keluarga, membangun generasi berakhlak, memperkuat pendidikan, serta mengembangkan ekonomi keluarga," ujar Desi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia pelaksana dan Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Desy Andriani, yang selama dua tahun terakhir membimbing pengurus LPPMI di berbagai daerah.
Kepada para pengurus yang baru dilantik, Desi berpesan agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
"Pelantikan bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal pengabdian yang sesungguhnya. Saya berharap seluruh pengurus mampu mengembangkan organisasi secara profesional, memiliki tata kelola yang baik, responsif terhadap persoalan perempuan, keluarga, serta kesehatan ibu dan anak," tutur Desi.
Ia juga mendorong seluruh jajaran LPPMI untuk aktif membangun kolaborasi dengan pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dalam mendukung berbagai program pembangunan, khususnya di Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru. LPPMI harus menjadi pelopor lahirnya perempuan yang mandiri secara ekonomi, unggul dalam pendidikan, sehat, kreatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional.