16 Sekolah di Pekanbaru Dapat Rp17 Miliar dari APBN untuk Revitalisasi Bangunan

31 Agustus 2026
Plt Kepala Disdik Pekanbaru Abdul Jamal. Foto: Surya/Riau1.

Plt Kepala Disdik Pekanbaru Abdul Jamal. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Sebanyak 16 sekolah jenjang SD dan SMP mendapat bantuan pemerintah pusat dengan total anggaran lebih dari Rp17 miliar. Bantuan tersebut untuk program revitalisasi bangunan sekolah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru Abdul Jamal di SD Negeri 62, Senin (31/8/2026), mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Pemko menerima bantuan untuk 16 sekolah dengan jumlah total lebih kurang Rp17 miliar lebih. Anggaran revitalisasi tersebut disalurkan langsung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ke rekening masing-masing sekolah penerima.

“Anggaranmya langsung masuk ke sekolah. Sekolah dan masyarakat yang mengelola. Jadi, kami hanya mengawasi saja,” ujarnya.

Dana revitalisasi dapat digunakan sesuai kebutuhan sekolah, salah satunya untuk membangun ruang kelas baru apabila sekolah mengalami kekurangan ruang belajar. Selain pembangunan ruang kelas, anggaran tersebut dapat dimanfaatkan untuk merehabilitasi bagian bangunan sekolah yang mengalami kerusakan, seperti atap dan plafon ruang kelas. Pembangunan atau perbaikan toilet juga menjadi salah satu kebutuhan yang dapat dibiayai melalui program tersebut.

"Sekolah yang mendapatkan bantuan revitalisasi ditentukan berdasarkan data yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Sekolah harus memastikan data mengenai satuan pendidikan, guru, sarana dan prasarana, serta peserta didik diperbarui melalui sistem tersebut," ucap Jamal.

Dengan mekanisme itu, sekolah tidak perlu mengajukan proposal untuk mendapatkan bantuan revitalisasi. Kementerian menggunakan data Dapodik sebagai salah satu sumber untuk menentukan sekolah yang membutuhkan dukungan.

“Jadi, kami tidak perlu mengajukan proposal. Karena dari kementerian mengambil data sekolah dari Dapodik,” terang Jamal.