3.425 Anak di Pekanbaru Belum Pernah Imunisasi, Dinkes Percepat Vaksinasi

15 September 2026
Sekretaris Dinkes Pekanbaru Dedy Sambudi. Foto: Surya/Riau1.

Sekretaris Dinkes Pekanbaru Dedy Sambudi. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru segera melakukan percepatan imunisasi bagi bayi dan anak usia di bawah dua tahun. Pasalnya, masih terdapat 3.425 anak yang belum mendapatkan imunisasi sama sekali atau masuk kategori zero dose.

"Anak-anak tersebut belum memperoleh imunisasi dasar untuk mencegah berbagai penyakit menular, seperti difteri, pertusis, tetanus, campak, dan rubela," kata Sekretaris Dinkes Kota Pekanbaru Dedy Sambudi, Selasa (15/9/2026).

Kondisi zero dose perlu segera ditangani. Anak yang belum mendapatkan imunisasi memiliki risiko lebih tinggi terjangkit penyakit yang  dapat dicegah melalui imunisasi.

"Kalau ini dibiarkan, mereka berisiko terjangkit penyakit seperti difteri, tetanus, campak, dan rubela," ujar Dedy.

capaian imunisasi anak masih tergolong rendah hingga kini. Bahkan, capaian imunisasi Pekanbaru berada di peringkat ke-11 dari 12 kabupaten dan kota di Provinsi Riau.

Kondisi tersebut mendapat perhatian serius. Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho telah menginstruksikan Dinkes mengambil langkah cepat untuk meningkatkan cakupan imunisasi sekaligus menekan jumlah anak yang masuk kategori zero dose.

Percepatan imunisasi juga sejalan dengan arahan Kementerian Kesehatan melalui pelaksanaan Bulan Imunisasi Kejar Nasional. Program tersebut direncanakan berlangsung selama satu bulan, pada 1-31 Oktober nanti.

"Sesuai arahan wali kota, kami mendapat instruksi untuk melakukan langkah percepatan," ucap Dedy.

Guna mengejar cakupan imunisasi, Dinkes Pekanbaru akan memperkuat kolaborasi dengan sejumlah pihak, mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Sosial hingga Tim Penggerak PKK. Kolaborasi tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengajak orang tua membawa anak mendapatkan imunisasi, tetapi juga meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya imunisasi.

"Kami ingin memberikan edukasi kepada orang tua. Agar nantinya mereka bisa membawa anak-anaknya ke posyandu atau puskesmas untuk melakukan imunisasi," harap Dedy.