6.622 Warga Pekanbaru Terdampak Kabut Asap

23 September 2026
Kepala Dinkes Pekanbaru Hazli Fendriyanto. Foto: Surya/Riau1.

Kepala Dinkes Pekanbaru Hazli Fendriyanto. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan warga Kota Pekanbaru mengalami peningkatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat sebanyak 6.622 warga mengalami gangguan kesehatan selama periode 24 Agustus hingga 21 September.

"Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.820 warga mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Selain ISPA, ada sebanyak 228 kasus asma dan 17 kasus pneumonia," kata Kepala Dinkes Pekanbaru Hazli Fendriyanto, Rabu (23/9/2026).

Data tersebut dihimpun sejak pemko menetapkan status siaga darurat karhutla. Kelompok rentan, terutama balita dan lansia, menjadi kelompok yang paling banyak mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

"Kemudian, sisanya ada yang asma 228, ada juga pneumonia 17 kasus. Yang paling banyak itu penderitanya balita dan lansia, masih ada yang dirawat," ungkap Hazli.

Peningkatan kasus ISPA cukup terasa sejak kabut asap menyelimuti Pekanbaru. Dalam sehari, rata-rata terdapat sekitar 300 kasus gangguan kesehatan yang tercatat di fasilitas pelayanan kesehatan.

Data tersebut merupakan laporan dari 21 puskesmas serta 30 rumah sakit pemerintah dan swasta selama periode 24 Agustus hingga 21 September. Guna mengantisipasi dampak kesehatan yang lebih luas, Dinkes terus memperkuat pelayanan bagi masyarakat terdampak kabut asap

Sebanyak 21 puskesmas dan Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani disiagakan untuk menangani warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

"Kunjungan ke puskesmas meningkat karena banyak yang terpapar ISPA. Sabtu-Minggu, kami tetap buka layanan. Pada hari biasa, kita buka sampai jam sembilan malam," jelas Hazli.

Dengan jumlah kasus yang telah mencapai ribuan, Dinkes mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan selama kualitas udara masih terdampak kabut asap. Warga kelompok rentan seperti balita dan lansia, diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan jika kabut asap muncul lagi.