Kabut Asap Belum Membaik, Pemko Pekanbaru Perpanjang PJJ hingga Sabtu

15 Oktober 2026
Plt Kepala Disdik Pekanbaru Abdul Jamal. Foto: Surya/Riau1.

Plt Kepala Disdik Pekanbaru Abdul Jamal. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru kembali memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar daring selama dua hari, 16-17 Oktober 2026. Kebijakan ini diambil karena kualitas udara belum membaik akibat kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pekanbaru.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru Abdul Jamal, Kamis (15/10/2026), mengatakan, perpanjangan PJJ tersebut tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru Nomor B.400.3.1/Disdik/44/2026 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran di Kota Pekanbaru. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara pada hari ini.

"PJJ diperpanjang selama dua hari ke depan. Karena, kualitas udara belum membaik," ujarnya.

Dengan kebijakan ini, seluruh peserta didik yang terdampak akan kembali mengikuti pembelajaran dari rumah. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan siswa di tengah kondisi udara yang masih tercemar kabut asap.

Pemko Pekanbaru juga mengimbau satuan pendidikan atau madrasah di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) serta kementerian dan lembaga lainnya agar menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi terkini. Penyesuaian tersebut perlu memperhatikan perkembangan kualitas udara serta mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik.

"Sementara itu, bagi sekolah yang mengalami kendala akses listrik atau jaringan internet, kegiatan belajar dapat dilaksanakan melalui modul pembelajaran dan penugasan berbasis rumah," ucap Jamal.

Melalui kebijakan ini, proses belajar mengajar diharapkan tetap berjalan. Meskipun, peserta didik belum dapat kembali mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah. Disdik akan terus memantau perkembangan kualitas udara untuk menentukan kebijakan pembelajaran selanjutnya.

"Kami akan terus memantau perkembangan kualitas udara," pungkasnya.