AKLI Pekanbaru Temukan Instalasi Listrik Tidak Standar di Permukiman Padat, Stopkontak Jadi Sorotan
Ketua AKLI Pekanbaru Jhon Bone Picing. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI) Pekanbaru menemukan sejumlah instalasi listrik yang perlu diperbaiki setelah melakukan inspeksi di kawasan Gang Kopi I, Jalan Kopi, Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Pekanbaru Kota. Perbaikan tersebut menjadi bagian dari program Pemko Pekanbaru untuk meningkatkan keselamatan instalasi listrik di rumah warga.
Ketua AKLI Pekanbaru Jhon Bone Picing usai pengencekan instalasi rumah warga, Selasa (2/6/2026), mengatakan, hasil inspeksi lapangan menunjukkan beberapa rumah memerlukan penggantian sebagian instalasi listrik. Meski secara umum instalasi yang digunakan warga sudah memenuhi standar, masih ditemukan material yang tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).
"Rata-rata instalasi yang digunakan warga sudah sesuai standar. Namun, ada beberapa material yang tidak memenuhi standar SNI. Kami akan usulkan untuk diganti melalui program yang digagas wali kota Pekanbaru," ujarnya.
Proses penggantian instalasi di dalam rumah relatif cepat dan tidak membutuhkan waktu lama. Pemadaman listrik saat pengerjaan diperkirakan hanya berlangsung pada rumah yang menjadi lokasi perbaikan.
"Tidak sampai satu hari," imbuhnya.
Apabila ditemukan kebutuhan penggantian pada jaringan atau instalasi di luar rumah yang berkaitan dengan jaringan PLN, proses pengerjaan dapat memerlukan waktu lebih lama, yakni antara satu hingga dua hari. Pekerjaan tergantung kondisi di lapangan.
AKLI juga menyoroti kondisi kabel listrik di sejumlah rumah yang terlihat semrawut dan bergelantungan. Untuk penanganan kabel yang berpotensi membahayakan, pihaknya berencana berkoordinasi dengan PLN guna menentukan langkah perbaikan yang diperlukan.
"Kami akan melihat terlebih dahulu kondisi kabel yang ada. Jika ditemukan kabel terkelupas atau berpotensi membahayakan keselamatan warga, tentu akan menjadi prioritas untuk kami ganti," jelas Jhon.
Seluruh rekomendasi perbaikan akan disusun berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan. Kemudian, temuan tersebut dilaporkan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sebagai bahan pertimbangan dalam pelaksanaan program perbaikan instalasi listrik bagi warga.
Dari hasil inspeksi awal, beberapa komponen yang berpotensi diganti antara lain saklar, kabel instalasi, hingga sambungan kabel yang tidak sesuai standar keselamatan. Praktik penyambungan kabel secara sembarangan oleh warga masih ditemukan. Beberapa di antaranya menggunakan kabel berukuran kecil, bahkan kabel yang tidak diperuntukkan bagi instalasi listrik rumah tangga.
"Kami menemukan adanya penggunaan kabel sambung yang tidak standar, seperti kabel berukuran kecil dan jenis kabel yang tidak sesuai peruntukannya. Kondisi seperti ini berisiko menimbulkan korsleting dan menjadi salah satu penyebab kebakaran," ungkap Jhon.
Selain melakukan perbaikan, AKLI juga akan memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya penggunaan material instalasi listrik yang memenuhi standar keselamatan. Hal ini guna mencegah terjadinya kebakaran akibat gangguan kelistrikan.