Camat Kulim Kunjungi Warga Pengidap Kanker Stadium IV, Siapkan Ambulans dan Galang Bantuan

22 Juli 2026
Camat Kulim Fajri Adha bersama Lurah Sialang Rampai menjenguk warga yang menderita kanker payudara stadium IV. Foto: Istimewa.

Camat Kulim Fajri Adha bersama Lurah Sialang Rampai menjenguk warga yang menderita kanker payudara stadium IV. Foto: Istimewa.

RIAU1.COM -Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Kulim menunjukkan kepedulian terhadap warganya dengan mengunjungi kediaman Nurwahyuni, penderita kanker payudara stadium IV, di RT 02/RW 02, Kelurahan Sialang Rampai, Kecamatan Kulim, Selasa (21/7/2026). Kunjungan yang dipimpin langsung Camat Kulim Fajri Adha dilakukan setelah pemerintah menerima laporan masyarakat mengenai kondisi Nurwahyuni yang telah berjuang melawan kanker payudara stadium IV sejak 2025.

"Kehadiran pemerintah bertujuan memastikan kondisi pasien sekaligus memberikan dukungan dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi keluarganya," kata Camat Kulim Fajri, Rabu (22/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Fajri didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Sialang Rampai Yulia Novita, Kepala Puskesmas Tenayan Raya Nel Afni, kader Posyandu, kader PKK, pendamping Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta Ketua RT dan RW setempat. Setibanya di lokasi, rombongan mendapati Nurwahyuni hanya mampu terbaring lemah di rumah sederhana yang ditempatinya bersama suami, Sugiarto, dan seorang anaknya.

Selama ini, Nurwahyuni rutin menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Awal Bros dengan pembiayaan melalui program BPJS Kesehatan. Namun, perjuangan keluarga tersebut tidak hanya menghadapi penyakit yang diderita Nurwahyuni.

"Kondisi ekonomi mereka juga sangat memprihatinkan. Kini, Sugiarto yang bekerja serabutan kesulitan mencari nafkah karena harus mendampingi dan merawat istrinya setiap hari," ucap Fajri.

Beban keluarga semakin berat. Karena, rumah tipe 36 ini tempati tengah dalam proses pengawasan pelelangan oleh BTN dan diperkirakan memasuki jatuh tempo dalam waktu sekitar tiga bulan. Selain persoalan ekonomi, keterbatasan biaya transportasi menjadi kendala utama dalam proses pengobatan.

"Sugiarto mengaku kerap kesulitan membawa istrinya menjalani kontrol maupun kemoterapi ke rumah sakit. Ia bahkan harus menyewa kendaraan, meminjam bantuan tetangga, hingga membonceng istrinya menggunakan sepeda motor demi mendapatkan pelayanan kesehatan," ungkap Fajri.

Melihat kondisi tersebut, Fajri langsung mengambil langkah cepat. Hal ini guna memastikan setiap jadwal kontrol maupun tindakan medis Nurwahyuni ke depan akan difasilitasi menggunakan ambulans milik Puskesmas Tenayan Raya.

Sehingga, keluarga tidak lagi terbebani biaya transportasi. Selain itu, Pemcam Kulim juga akan mengoordinasikan penggalangan bantuan melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) setempat sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap keluarga Nurwahyuni.

"Kehadiran pemerintah bukan hanya untuk melihat kondisi warga. Tetapi, kami juga memastikan mereka mendapatkan perhatian dan solusi atas persoalan yang dihadapi," sebut Fajri.

Semoga langkah ini dapat meringankan beban keluarga Nurwahyuni dan memperkuat semangat gotong royong masyarakat. Pemerintah Kecamatan Kulim berkomitmen memberikan pelayanan yang cepat dan responsif kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang sedang menghadapi cobaan berat. 

"Melalui dukungan pemerintah dan partisipasi berbagai pihak, kami proses pengobatan Nurwahyuni dapat berjalan dengan baik sekaligus membantu meringankan beban ekonomi keluarganya," pungkas Fajri.