Asap Karhutla Kiriman Masih Kepung Pekanbaru, Pemko Siagakan Fasilitas Kesehatan

21 September 2026
Sekdako Pekanbaru Zulhelmi Arifin. Foto: Istimewa.

Sekdako Pekanbaru Zulhelmi Arifin. Foto: Istimewa.

RIAU1.COM -Kabut asap yang kembali menyelimuti Kota Pekanbaru dipastikan bukan berasal dari daerah lain. Pemko Pekanbaru memastikan tidak terdapat titik panas atau hotspot di wilayah kota atau dalam kondisi zero hotspot.

"Asap yang menyebabkan kualitas udara Pekanbaru memburuk hingga mencapai angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di atas 200 tersebut merupakan kiriman dari wilayah lain. Kondisi itu dipengaruhi arah angin yang bergerak dari selatan menuju utara. Sehingga, kabut asap terbawadan menumpuk di wilayah Pekanbaru," kata Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru Zulhelmi Arifin di rumah dinas wali kota, Senin (21/9/2026).

Berdasarkan pemantauan, titik api tidak ditemukan di wilayah Kota Pekanbaru. Sementara itu, sejumlah titik panas terdapat di wilayah Riau dan lebih banyak lagi di provinsi tetangga.

"Titik api tidak ada di Pekanbaru, nol. Hanya ada 22 titik di se-Riau. Sisanya terbanyak dari Sumatra Selatan dan Jambi. Karena angin bertiup dari selatan ke utara, asapnya menumpuk di kota kita," ujar Ami, sapaan akrabnya.

Kondisi tersebut membuat kualitas udara  terdampak meskipun tidak terdapat kebakaran hutan dan lahan di Pekanbaru. Pemko telah mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan warga.

Salah satu ansitipasi itu dengan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik sebagai upaya mengurangi paparan asap terhadap anak-anak. Selain itu, Pemko Pekanbaru juga membagikan masker secara gratis kepada warga. Fasilitas kesehatan milik pemerintah juga dipastikan dalam kondisi siaga untuk menangani warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat memburuknya kualitas udara.

"Untuk puskesmas dan RSD Madani, kami siagakan dengan stok obat-obatan ISPA serta peralatan terapi pernapasan atau nebulizer," ungkap Ami.

Warga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara masih buruk. Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan juga diminta menggunakan masker untuk mengurangi risiko paparan asap.

Di sisi lain, Pemko Pekanbaru berharap potensi hujan yang diprediksi terjadi dalam dua hari ke depan dapat membantu memperbaiki kualitas udara. Hujan diharapkan mampu mengurangi konsentrasi partikel asap yang masih menyelimuti Pekanbaru.