Cuaca Panas Picu Ancaman Karhutla, BPBD Pekanbaru Tangani 61 Kasus dalam Lima Bulan

30 Mei 2026
Kalaksa BPBD Pekanbaru Iwa Gemino. Foto: Surya/Riau1.

Kalaksa BPBD Pekanbaru Iwa Gemino. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Cuaca panas yang melanda Kota Pekanbaru selama hampir satu bulan terakhir meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan dan hutan (karhutla). Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah setelah sejumlah kebakaran lahan kembali terjadi pada Mei ini.

Dalam beberapa pekan terakhir, kebakaran lahan tercatat terjadi di dua lokasi berbeda, yakni di Kelurahan Tampan (Kecamatan Payung Sekaki) dan Kelurahan Lembah Sari (Kecamatan Rumbai Timur). Total luas lahan yang terbakar mencapai hampir setengah hektare.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru pun harus berjibaku memadamkan api. Agar, api tidak merambat ke area yang lebih luas dan mengancam permukiman maupun lahan di sekitarnya.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pekanbaru, Iwa Gemino, Sabtu (30/5/2026), mengungkapkan, tren kebakaran lahan menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan data BPBD, luas lahan yang terbakar sejak Januari hingga Mei ini mencapai 34,94 hektare.

“Selama lima bulan ini, ada 61 kejadian kebakaran lahan yang sudah kami tangani,” katanya.

Sebagian besar kebakaran dipicu oleh aktivitas manusia, terutama pembakaran sampah dan pembukaan lahan dengan cara membakar. Karena itu, warga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca panas dan kondisi lahan dalam keadaan kering. BPBD mengimbau warga agar tidak membakar sampah sembarangan karena api dapat dengan mudah menyebar ke lahan kosong maupun kawasan semak belukar di sekitarnya.

“Kami juga mengimbau agar warga tidak membuka lahan dengan cara membakar,” ucap Iwa.