Disdik Pekanbaru Terbitkan Panduan MPLS Tahun Ini, Tekankan Sekolah Ramah Anak dan Bebas Perpeloncoan
Plt Kepala Disdik Pekanbaru Syafrian Tommy. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru resmi menerbitkan panduan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Panduan tersebut disusun untuk memastikan hari-hari pertama peserta didik di sekolah berlangsung aman, nyaman, edukatif, dan berorientasi pada pemenuhan hak anak.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Pekanbaru Syafrian Tommy, Sabtu (11/7/2026), mengatakan, pelaksanaan MPLS akan berlangsung selama lima hari pada pekan pertama masuk sekolah. Ketentuan ini wajib diterapkan di seluruh satuan pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP). Panduan MPLS ini berlaku bagi sekolah negeri maupun swasta, hingga satuan pendidikan nonformal seperti Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
"MPLS harus menjadi sarana yang menyenangkan bagi peserta didik baru untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah. MPLS jangan sampai menjadi pengalaman yang menimbulkan ketakutan atau tekanan," tegasnya
MPLS dirancang dengan pendekatan yang humanis. Agar, peserta didik dapat mengenali potensi dirinya secara positif.
"Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mengenalkan ekosistem sekolah, warga sekolah, kurikulum, serta lingkungan fisik sekolah. Sehingga, proses adaptasi berlangsung secara inklusif," ujar Tommy.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Disdik Pekanbaru menetapkan tiga pilar utama dalam pelaksanaan MPLS. Pilar pertama adalah sekolah sebagai pelaksana yang humanis.
Seluruh sekolah dilarang melakukan segala bentuk perpeloncoan, kekerasan, pungutan biaya, maupun penggunaan atribut yang tidak memiliki nilai edukatif. Selain itu, seluruh kegiatan harus berada di bawah pengawasan guru dan tidak boleh memuat aktivitas yang tidak berkaitan dengan tujuan adaptasi peserta didik.
Pilar kedua ialah penguatan pendidikan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan melalui program Green City. Materi MPLS tahun ini mencakup Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, etika bermedia sosial, serta penerapan budaya 5S, yakni Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun.
"Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, setiap peserta didik juga akan dibiasakan memilah sampah serta mengikuti gerakan satu siswa satu polybag tanaman. Hal ini guna mendukung terwujudnya sekolah hijau yang berkelanjutan," ujar Tommy.
Pilar ketiga menempatkan orang tua dan masyarakat sebagai mitra utama sekolah dalam mendukung keberhasilan adaptasi anak. Disdik mengajak para orang tua membangun komunikasi yang baik dengan sekolah sejak hari pertama melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia dengan mengantar anak ke sekolah.
"Ayah harus mendampingi proses transisi mereka dengan memberikan dukungan positif. Kami ingin anak-anak melangkah ke sekolah dengan senyuman dan rasa ingin tahu yang tinggi," ucap Tommy.
Melalui MPLS yang edukatif ini, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat diajak bergandengan tangan menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak, bebas dari kekerasan, serta peduli terhadap kelestarian lingkungan. Guna memastikan seluruh ketentuan berjalan sesuai pedoman, Disdik Kota Pekanbaru akan melakukan pengawasan secara ketat melalui sistem pelaporan berjenjang, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pascapelaksanaan.
"Evaluasi menyeluruh juga akan dilakukan sebagai upaya menjamin kenyamanan dan keamanan seluruh peserta didik selama mengikuti MPLS," jelas Tommy.