FPK Pekanbaru Periode 2026-2030 Siapkan Strategi Perkuat Toleransi dan Pembauran

20 April 2026
Ketua FPK Kota Pekanbaru periode 2026-2030, Dwi Agus Sumarno. Foto: Surya/Riau1.

Ketua FPK Kota Pekanbaru periode 2026-2030, Dwi Agus Sumarno. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) berkomitmen dalam memperkuat pembauran dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat di Pekanbaru. FPK akan fokus pada upaya membangun kebersamaan di tengah keberagaman suku, etnis, dan ras yang ada di Kota Pekanbaru.

Hal ini disampaikan Ketua FPK Kota Pekanbaru periode 2026-2030, Dwi Agus Sumarno, Senin (20/4/2026).

"Masa jabatan kepengurusan FPK yang saya pimpin dimulai sejak Januari 2026 dan akan berakhir pada Desember 2030. FPK memiliki peran strategis dalam menyatukan sedikitnya 42 suku, etnis, dan kelompok masyarakat yang tersebar di Pekanbaru," katanya.

Melalui berbagai program, FPK berupaya menghilangkan potensi konflik berbasis suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta mengurangi sentimen sosial dan rasa ketidakadilan di tengah masyarakat. FPK hadir untuk merumuskan strategi pembauran, sekaligus mendorong pembangunan kemanusiaan atau pembangunan sosial kemasyarakatan.

"Salah satu prioritas utama adalah menjaga situasi dan kondisi tetap aman, khususnya dalam interaksi antarsuku dan kelompok masyarakat. Kondisi yang aman dan kondusif akan mempermudah pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan," sebut Agus.

Diharapkan, kolaborasi yang kuat terjalin antara Pemko Pekanbaru, aparat keamanan, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai paguyuban yang ada di daerah tersebut. Sinergi ini dinilai penting untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan toleransi.

“Keberagaman bukanlah kekurangan, melainkan kekayaan yang harus dijaga bersama. Dengan pembauran yang baik, Pekanbaru dapat menjadi kota yang semakin toleran dan harmonis,” pungkasnya.