Hadapi Tantangan Banjir, Wali Kota Pekanbaru Minta OP SDA Dinas PUPR Tingkatkan Intensitas Kerja
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Foto: Istimewa.
RIAU1.COM -Tenaga Operasional dan Pemeliharaan (OP) Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru diminta untuk lebih aktif turun ke lapangan. Karena, tenaga OP SDA Dinas PUPR bertugas dalam upaya penanganan banjir dan pemeliharaan sistem drainase.
"Ada 80 tenaga OP Bidang SDA yang selama ini bertugas menangani persoalan saluran air, drainase, dan titik-titik rawan genangan. Banjir masih menjadi salah satu tantangan besar yang kami hadapi," kata Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Senin (8/6/2026).
Namun, persoalan tersebut tidak akan dapat diselesaikan jika hanya dibahas dalam perencanaan tanpa diikuti langkah konkret di lapangan. Banjir bukan persoalan yang mudah diselesaikan.
"Saya memahami bahwa penanganannya harus dilakukan secara bertahap dan terintegrasi. Jika hanya menjadi bahan pemikiran tanpa ada tindakan nyata, persoalan ini tidak akan pernah selesai,” ujar Agung.
Seluruh tenaga OP harus meningkatkan intensitas kerja di lapangan, terutama dalam kegiatan pembersihan saluran drainase, pengangkatan sedimen, dan pemeliharaan infrastruktur pengendali banjir. Setiap langkah kecil yang dilakukan akan memberikan dampak positif bagi upaya penanganan banjir dalam jangka panjang. Karena itu, seluruh petugas diminta tidak menunda pekerjaan hanya karena menunggu solusi yang dianggap sempurna.
“Yang terpenting adalah bergerak dan bekerja. Walaupun langkah yang dilakukan masih kecil, jika dikerjakan secara konsisten, hasilnya akan terlihat. Jangan menunggu terlalu lama untuk bertindak,” tegas Agung.
Ia juga mendorong tenaga OP Bidang SDA untuk meneladani semangat kerja yang ditunjukkan petugas OP di Bidang Bina Marga. Selama ini, tenaga OP Bina Marga aktif melakukan pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur di berbagai wilayah.
Keberhasilan penanganan banjir membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, petugas lapangan, hingga masyarakat. Dengan kerja yang terukur dan berkesinambungan, berbagai persoalan genangan dan banjir diyakini dapat diminimalkan.
“Semua harus bergerak bersama. Jika pekerjaan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, maka persoalan banjir yang selama ini menjadi tantangan Pekanbaru akan semakin mudah ditangani,” ucap Agung.