Plh Asisten II Setdako Pekanbaru Zulhelmi Arifin. Foto: Istimewa.
RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru akan melakukan pemantauan dan pengecekan terhadap pasokan serta harga daging ayam di pasaran. Langkah ini diambil menyusul tingginya harga komoditas pangan tersebut yang kini mencapai Rp30.000 per kilogram.
Pelaksana Harian (Plh) Asisten II Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru Zulhelmi Arifin, Selasa (28/4/2026), menyebutkan, kebutuhan daging ayam tergolong tinggi saat ini. Permasalahan harga ayam potong ini turut dibahas dalam Rapat Koordinasi Inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri dan sejumlah kementerian terkait yang digelar secara daring.
“Ini menjadi salah satu fokus pembahasan kami, terutama harga ayam potong yang masih berfluktuasi,” katanya.
Berdasarkan data yang dipaparkan, harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional bervariasi. Di Pasar Limapuluh, harga mencapai Rp30.000 per kilogram, Pasar Cik Puan Rp28.000, Pasar Agus Salim Rp30.000, Pasar Palapa bahkan mencapai Rp45.000, Pasar Sail Rp39.000, dan Pasar Pagi Rp33.000 per kilogram.
Dalam rapat tersebut, pemko juga mengundang sejumlah distributor ayam potong. Pemko ingin memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi pasokan dan distribusi di lapangan.
“Kami ingin mengetahui secara langsung apa yang menjadi penyebab kenaikan harga ini. Sehingga, kami mengundang para distributor untuk memberikan masukan,” ujar Ami, sapaan akrabnya.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemantauan dan pengecekan. Langkah ini bertujuan memastikan penyebab tingginya harga ayam di pasar serta mencari solusi agar harga dapat kembali stabil.