Hujan Diprediksi Tinggi Dua Pekan ke Depan, Pemko Pekanbaru Kebut Antisipasi Banjir
Wawako Pekanbaru Markarius Anwar. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi banjir dan genangan. Hal ini seiring dengan prakiraan peningkatan curah hujan dalam dua pekan ke depan.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar usai rapat evaluasi kinerja Tim Lestari bersama para camat dan lurah di Aula Gedung Utama Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, Kamis (8/10/2026), mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian Pemko Pekanbaru. Karena, sejumlah wilayah memiliki titik yang rawan tergenang saat hujan deras. Karena itu, Tim Lestari diarahkan untuk memprioritaskan pembersihan saluran drainase di kawasan yang selama ini kerap dilanda banjir dan genangan.
Prakiraan cuaca, mungkin dua pekan ke depan, curah hujan mulai tinggi di Pekanbaru. Diperkirakan, musim hujam berlangsung sampai Februari.
"Karena ada potensi banjir dan genangan di beberapa lokasi, dari sekarang Tim Lestari itu kami arahkan membersihkan saluran di daerah yang rawan banjir," ujar Markarius.
Sebelumnya, pekerjaan Tim Lestari dilakukan di berbagai lokasi di tiap kecamatan. Namun, dalqm menghadapi musim hujan, personel difokuskan terlebih dahulu pada saluran-saluran di kawasan rawan genangan.
Saluran yang bermasalah akan dibersihkan dan dirapikan. Agar, aliran air dapat berjalan lebih lancar. Jika penanganan membutuhkan alat berat, pemko akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta camat untuk menurunkan peralatan ke lokasi.
"Kalau membutuhkan alat berat, nanti kami koordinasikan dengan Dinas PUPR dan para camat. Supaya, alat berat bisa diturunkan untuk membersihkan parit dan saluran," sebut Markarius.
Selain mengantisipasi banjir, Pemko Pekanbaru juga mulai memetakan pohon-pohon yang berpotensi tumbang saat hujan deras dan angin kencang. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) diminta melakukan pengecekan terhadap pohon-pohon yang dilaporkan warga dalam kondisi miring, mati, atau berpotensi membahayakan.
"Tidak semua pohon yang dilaporkan warga harus ditebang. Pohon yang masih sehat dan kokoh tetap akan kami pertahankan," ucap Markarius.
Sebaliknya, pohon yang telah mati dan berisiko tumbang harus segera ditangani. Agar, pohon yang telah mati tidak menimbulkan risiko pohon tumbang saat angin kencang dan hujan deras. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Pemko Pekanbaru melakukan pencegahan sebelum musim hujan berlangsung.
"Ini kerja-kerja yang proaktif yang perlu kami lakukan sekarang," tegas Markarius.