Ketua Kerukunan Keluarga Kawanua Pekanbaru (K3P) Melvin Alexander Sulu. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Istilah Kawanua merujuk pada masyarakat asal Sulawesi Utara yang merantau ke berbagai daerah, baik di dalam maupun luar negeri. Sebutan tersebut digunakan untuk mempererat identitas dan rasa kebersamaan warga perantauan, khususnya yang berasal dari Manado dan sekitarnya.
“Kawanua adalah sebutan bagi orang-orang yang merantau dari Sulawesi Utara. Mereka bisa berada di berbagai wilayah di Indonesia bahkan hingga luar negeri,” kata Ketua Kerukunan Keluarga Kawanua Pekanbaru (K3P) Melvin Alexander Sulu saat Halalbihalal di Hotel Grand Hawai, Sabtu (18/4/2026).
Dalam menjaga solidaritas, K3P secara rutin menggelar berbagai kegiatan. Pertemuan bulanan dilaksanakan sekali setiap bulan. Kegiatan disertai kegiatan sosial seperti bakti sosial dan agenda keagamaan yang melibatkan seluruh anggota tanpa memandang latar belakang agama.
“Setiap tahun, kami juga mengadakan kegiatan bersama, seperti perayaan Natal dan halalbihalal. Ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan,” ujar Melvin.
Saat ini, jumlah anggota K3P yang terdaftar berkisar antara 300 hingga hampir 400 orang. Namun, Melvin mengakui masih banyak warga Kawanua di Pekanbaru yang belum terdata.
"Sebagian karena kesibukan atau belum sempat bergabung dalam organisasi," ucap Melvin.
Kekompakan komunitas Kawanua di Pekanbaru tetap terjaga dengan baik. Meski secara demografis mayoritas berasal dari latar belakang agama Kristen, perkembangan di perantauan menunjukkan adanya keberagaman yang semakin luas, termasuk anggota yang memeluk agama Islam saat ini.
“Walaupun ada perbedaan agama dan usia, kami tetap menjaga toleransi, baik secara vertikal maupun horizontal. Semua kegiatan dilakukan dengan semangat saling membantu,” jelas Melvin.
Hal tersebut terlihat dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan. Pada acara halalbihalal, anggota dari berbagai agama turut berkontribusi, baik secara materi maupun tenaga.
"Begitu pula saat perayaan Natal, anggota Muslim juga ikut ambil bagian dalam mendukung kegiatan," ungkap Melvin.
Di sisi lain, anggota Kawanua yang berasal dari kalangan aparatur negara, seperti pegawai negeri sipil (PNS), TNI, dan Polri, hanya sekitar 10 persen dari total anggota. Sebagian besar lainnya merupakan masyarakat umum yang merantau untuk berbagai keperluan.
“Kalau dari kalangan kedinasan tidak banyak, paling sekitar sepuluh persen. Selebihnya adalah masyarakat umum yang datang dan menetap di Pekanbaru,” pungkasnya.