Kabut Asap Belum Mereda, Sekolah di Pekanbaru Kembali Terapkan PJJ 14-15 Oktober
Plt Kepala Disdik Pekanbaru Abdul Jamal. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru kembali memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar daring bagi seluruh satuan pendidikan selama dua hari, 14-15 Oktober. Kebijakan ini diambil menyusul kualitas udara yang masih berada dalam kategori tidak sehat akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.3/Disdik.Sekretaris.1/3358/2026 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran di Kota Pekanbaru. Surat edaran itu ditandatangani Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru Abdul Jamal, Selasa (13/10/2026).
"Penerbitan surat edaran tersebut mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2026 tentang penyelenggaraan layanan pendidikan pada satuan pendidikan di daerah terdampak asap kebakaran hutan dan lahan. Kami kembali menerapkan PJJ untuk melindungi kesehatan dan keselamatan peserta didik dari dampak buruk paparan kabut asap," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Pekanbaru Abdul Jamal, Selasa (13/10/2026).
Berdasarkan pemantauan indeks kualitas udara IQAir pada Selasa (13/10/2026) pukul 18.00 WIB, kualitas udara di Pekanbaru masih berada dalam kategori tidak sehat. Kegiatan PJJ kembali dilaksanakan selama dua hari, 14 sampai 15 Oktober, dengan tetap memperhatikan kondisi kualitas udara serta kesehatan dan keselamatan peserta didik.
Selain mengatur pembelajaran di sekolah, Disdik mengimbau sekolah dan madrasah di bawah kewenangan Kementerian Agama (Kemenag) untuk menyesuaikan kegiatan belajar mengajar dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara serta kesehatan pelajar. Sementara itu, bagi sekolah yang memiliki keterbatasan akses listrik maupun jaringan internet, proses pembelajaran tetap harus berlangsung secara mandiri.
"Kami minta pihak sekolah diminta menyiapkan modul pembelajaran dengan sistem penugasan yang dapat dikerjakan siswa dari rumah. Langkah tersebut diharapkan memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan meskipun pembelajaran tatap muka harus dihentikan sementara akibat kondisi udara yang belum membaik," ujar Jamal.