Kurban di Sekolah Tahfiz Al Fatih Pekanbaru Meningkat Dua Kali Lipat, Delapan Sapi dan 12 Kambing Disembelih
Sekolah Tahfiz Al Fatih Pekanbaru menyembelih delapan sapi dan 12 kambing, Kamis (28/5/2026). Foto: Istimewa.
RIAU1.COM -Pelaksanaan kurban terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun di lingkungan Sekolah Tahfiz Al Fatih Pekanbaru. Jumlah hewan kurban meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya pada Iduladha tahun ini.
“Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Tahun lalu, kami menyembelih empat ekor sapi dan sepuluh ekor kambing. Tahun ini, meningkat menjadi delapan ekor sapi dan dua belas ekor kambing,” kata Pendiri Sekolah Tahfiz Al Fatih, Anthon Yuliandri, Kamis (28/5/2026).
Daging kurban didistribusikan kepada masyarakat sekitar sekolah, guru dan karyawan, serta panti asuhan di wilayah Pekanbaru dan sekitarnya.
Sebanyak 100 bungkus daging kurban dibagikan kepada warga sekitar Sekolah Tahfiz Al Fatih.
Kemudian, 200 bungkus disalurkan kepada guru, karyawan, dan kepala sekolah. Selain itu, sekitar 200 bungkus lainnya diberikan kepada sejumlah panti asuhan dan masjid di daerah Palas serta daerah sekitar Pekanbaru.
“Untuk panti asuhan di sekitar Pekanbaru juga kami distribusikan sekitar dua ratus bungkus,” jels Anthon.
Delapan ekor sapi kurban tersebut berasal dari berbagai pihak. Sebanyak lima ekor disumbangkan yayasan, satu ekor dari guru dan kepala sekolah, serta dua ekor lainnya berasal dari orang tua murid. Hari Raya Iduladha menjadi momentum untuk meningkatkan keikhlasan dan semangat berbagi kepada sesama. Seluruh elemen sekolah, mulai dari guru, murid, kepala sekolah, hingga komite sekolah diajak untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kurban.
“Kalau sekarang delapan ekor sapi, ke depan bisa lebih banyak lagi. Misalnya, jika guru dan murid menyisihkan Rp3.500 per hari, tiga tahun mendatang bukan tidak mungkin kita bisa menyembelih hingga 70 ekor sapi,” ucap Anthon.
Ia mencontohkan tradisi gotong royong masyarakat di Desa Batur, Banjarnegara. Desa itu mampu melaksanakan ratusan kurban setiap tahun melalui sistem iuran kecil harian.
“Kalau iurannya kecil tetapi rutin, lama-lama hasilnya besar. Ini yang ingin kami bangun, semangat kebersamaan dan kepedulian,” tutur Anthon.
Diharapkan, semangat Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah penyembelihan hewan kurban. Tetapi, Iduladha juga sebagai bentuk pengorbanan dan kepedulian terhadap sesama.
“Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail memberikan teladan pengorbanan yang luar biasa. Kita yang berkorban harta tentu belum sebanding dengan perjuangan beliau. Karena itu, mari sama-sama meningkatkan kepedulian kepada warga sekitar dan sesama,” tutupnya.
