Manfaatkan Fasilitas KUR BRI, Zulfah Berhasil Sekolahkan Ketiga Anaknya ke Perguruan Tinggi
Zulfa sedang membuat siomai untuk pembeli di Kantin DWP Kantor Wali Kota Pekanbaru, Kecamatan Tenayan Raya. Foto: Istimewa.
RIAU1.COM -Suasana Kantin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Wali Kota Pekanbaru sudah mulai sepi siang itu, sekitar pukul 13.30 WIB. Hanya satu penjual yang masih berjualan.
Makanan yang dijual masih tampak banyak. Seorang perempuan lanjut usia ditemani anak dan cucunya berjalan ke arah lapak Jajanan Zulfah.
Nenek itu membeli siomai untuk cucunya. Ketiganya bukan pengunjung Kantor Wali Kota Pekanbaru.
Namun, mereka merupakan pekerja yang bertugas merawat tanaman di Kompleks Perkantoran Wali Kota Pekanbaru. Hal itu terlihat dari pakaian kerja mereka yang lusuh dan kotor serta bercucuran keringat.
Mereka juga mengenakan topi untuk menutup wajah dari terik matahari. Pemko Pekanbaru memang memberikan kesempatan kepada pekerja taman dan petugas pembersih drainase untuk mengajak anggota keluarganya yang ingin bekerja.
Setelah ketiga pekerja itu pergi, Zulfah, perempuan berusia 48 tahun, mulai bercerita tentang perjuangannya merintis usaha dengan memanfaatkan pinjaman modal melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Rakyat Indonesia pada 2008.
Maklum, program KUR baru sekitar satu tahun diluncurkan pemerintah. Kemudian, Zulfah mengajukan pinjaman KUR di Kantor Unit Jalan Juanda, Kecamatan Senapelan.
"Saya meminjam uang untuk menambah modal usaha ini. Pertama kali saya meminjam pada 2008," ungkap Zulfah.
Ia mengagunkan sebidang tanah tanpa bangunan. Saat itu, nilai agunan tersebut sekitar Rp5 juta.
Tenor pinjaman KUR yang diperolehnya selama dua tahun. Karena selalu lancar membayar angsuran, Zulfah terus memanfaatkan fasilitas KUR hingga kini.
"Awalnya, saya takut meminjam uang di bank. Banyak pertimbangan yang saya pikirkan. Karena, suami saya hanya buruh bangunan," katanya.
Seiring berjalannya waktu, pembayaran angsuran KUR yang dilakukan Zulfah selalu lancar. Kondisi ini membuat plafon pinjaman KUR yang diperolehnya terus meningkat.
Pinjaman KUR BRI terakhir yang diperoleh Zulfah sebesar Rp75 juta di Kantor Unit BRI Rumbai sekitar dua tahun lalu. Dana tersebut digunakan untuk modal usaha.
Sesekali, anaknya juga membuka lapak untuk menjual makanan yang sama di berbagai bazar. Keuntungan dari penjualan tersebut langsung disimpan di rekening tabungan BRI. Sejak memanfaatkan KUR BRI sebagai tambahan modal usaha, Zulfah telah mampu membeli sepeda motor dan mobil.
"Sebagian dana dari pinjaman KUR itu, saya gunakan untuk membiayai sekolah anak. Sekarang, ketiga anak saya sudah lulus kuliah dan bekerja," ungkapnya.
Anak pertama Zulfah yang perempuan merupakan lulusan Universitas Riau (UNRI) pada 2024. Saat ini, ia sudah menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di Kementerian Agama.
Anak keduanya juga perempuan. Ia telah lulus dari Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Riau yang berlokasi di Jalan Melur, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Sukajadi.
"Untuk anak kedua ini, pengorbanan saya sangat luar besar. Biaya kuliahnya mahal," ujar Zulfah.
Beruntung, anaknya berprestasi di bidang akademik. Ia pun memperoleh keringanan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Keadaan berubah saat pandemi Covid-19 melanda pada 2020. Insentif UKT yang diterima anaknya dicabut oleh Kemenkes. Karena, anggaran dialihkan untuk penanganan Covid-19.
"Sebagai orang tua, saya berjuang agar membayar uang kuliah hingga selesai. Kini, anak kedua saya sudah bekerja di Rumah Sakit Hermina Pekanbaru," ucap Zulfah dengan mata berkaca-kaca.
Anak ketiganya yang laki-laki merupakan lulusan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau jurusan teknik. Kini, ia telah bekerja di perusahaan swasta.
"Ketiga anak saya sudah menjadi sarjana dan semuanya telah bekerja. Semua itu tidak lepas dari bantuan KUR BRI," jelas Zulfah.
Sementara itu, Team Leader Reputation Management Team Corporate Secretary Group BRI Kantor Pusat Natalia Christanto mengatakan, KUR merupakan fasilitas pembiayaan yang diberikan BRI kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). KUR BRI ini guna mendukung pengembangan usaha para pelaku UMKM. Melalui KUR, pelaku UMKM dapat memberdayakan ekonominya.
"Sehingga, mereka bisa bermanfaat buat masyarakat dan keluarganya," ujarnya.
Berdasarkan pemberitaan dari Kompas.com dan IDN Times yang dipublikasikan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, jumlah penerima atau debitur KUR BRI sebanyak 2,6 juta debitur sebesar Rp126,12 triliun hingga Agustus 2024. Sedangkan penerima KUR BRI mencapai 3,8 juta debitur dengan nilai Rp178,08 triliun sepanjang 2025.

sumber: Kompas.com dan IDN Times.
Zulfah merupakan salah seorang nasabah BRI yang memanfaatkan fasilitas KUR sejak 2008. Pinjaman tersebut digunakan untuk menambah modal usaha dan biaya kuliah anak. Kini, ketiga anaknya sudah lulus kuliah dan bekerja.